BREAKING NEWS
Minggu, 12 April 2026

Berawal dari Baju, Tegar Tantang Siapa Yang Paling Kuat Hingga Hajar Putu Satria Hingga Tak Bernyawa

BITVonline.com - Minggu, 05 Mei 2024 06:09 WIB
Berawal dari Baju, Tegar Tantang Siapa Yang Paling Kuat Hingga Hajar Putu Satria Hingga Tak Bernyawa
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA -Suatu tragedi mengguncang Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta ketika seorang taruna tingkat satu, Putu Satria Ananta Rustika, tewas setelah dianiaya oleh seorang senior, Tegar Rafi Sanjaya alias TRS. Insiden tragis ini terjadi di kampus Cilincing, Jakarta Utara pada Jumat (3/5/2024) pagi.

Polisi mengungkap bahwa penganiayaan tersebut dipicu oleh perbedaan status dan arogansi senioritas. TRS, seorang mahasiswa tingkat dua, merasa terganggu dengan baju olahraga yang dikenakan oleh Putu dan empat temannya, yang merupakan taruna tingkat satu. Pertanyaan sederhana tentang siapa yang paling kuat di antara mereka menjadi pemicu terjadinya tragedi tersebut.

Kepolisian telah memastikan bahwa TRS merupakan satu-satunya tersangka dalam kasus ini. Diketahui bahwa aksi penganiayaan terjadi di dalam toilet kampus, di mana Putu Satria mengalami pukulan fatal di bagian ulu hati yang menyebabkan kematiannya. Rekaman CCTV juga memperkuat bukti terjadinya penganiayaan ini.

Tindakan kekerasan fisik yang dilakukan oleh TRS tidak hanya mengakibatkan kematian Putu Satria, tetapi juga menyebabkan kerugian yang mendalam bagi keluarga korban dan lingkungan kampus STIP secara keseluruhan. Akibat perbuatannya, TRS kini dijerat dengan pasal 3380 jo subsider 351 ayat 3 dengan ancaman hukuman penjara hingga 15 tahun.

Manajemen kampus STIP juga turut bertanggung jawab dan kooperatif dalam proses penyidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Langkah-langkah tegas juga diambil dengan mencopot status taruna TRS agar tidak mengganggu proses hukum.

Tragedi ini menjadi pengingat bagi institusi pendidikan untuk meningkatkan pengawasan terhadap interaksi antaranggota kampus, serta pentingnya penegakan nilai-nilai keadilan dan keselamatan bagi seluruh anggota komunitas akademik.

(N/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru