Pakistan Minta AS dan Iran Jaga Gencatan Senjata Meski Perundingan di Islamabad Buntu
ISLAMABAD Pemerintah Pakistan meminta Amerika Serikat dan Iran tetap menjaga gencatan senjata meski perundingan terbaru di Islamabad berak
INTERNASIONAL
Jakarta – Seorang pria berinisial FF menjadi sorotan setelah dilaporkan oleh mantan pacarnya yang mengklaim telah dianiaya saat menagih utang sebesar Rp 180 juta. Kejadian itu terjadi di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel), pada 10 Agustus 2024, dan kini tengah diproses oleh pihak kepolisian. Kanit Reskrim Polsek Kebayoran Baru, Kompol Nunu Suparmi, menyatakan bahwa pihaknya telah memanggil FF untuk dimintai keterangan terkait laporan penganiayaan tersebut.
“Kami sedang melakukan pemanggilan terhadap terlapor. FF akan segera diperiksa,” kata Nunu di Polsek Kebayoran Baru, Selasa (14/1/2025). Kompol Nunu menambahkan, setelah pemeriksaan terhadap FF, polisi akan segera berkomunikasi dengan korban untuk melanjutkan proses penyelidikan. “Setelah pemanggilan terhadap terlapor, kami akan berbicara dengan korban. Kami sedang berusaha untuk mencari informasi lebih lanjut,” ujarnya.
Kasus ini bermula ketika korban yang berinisial S datang ke kosan FF untuk menagih utang Rp 180 juta. Saat tiba di lokasi, S mendapati adanya wanita lain yang disembunyikan di dalam kamar mandi kosan FF. Ketika utang tersebut ditagih, FF diduga menganiaya S dengan tangan kosong, mengakibatkan korban mengalami luka di leher dan pundak.
Laporan korban diterima polisi pada 10 Agustus 2024. “Kami sudah memeriksa saksi-saksi, termasuk ibu kos dan beberapa saksi di lokasi kejadian. Kami juga sedang mencari saksi lain serta alat bukti tambahan,” kata Nunu. FF membantah tuduhan penganiayaan tersebut. Saat dihubungi, dia mengaku belum memberikan penjelasan karena belum menerima panggilan resmi dari kepolisian.
“Saya akan memberikan keterangan dan bukti-bukti di kantor polisi atau pengadilan nanti jika kasus ini berlanjut,” ujar FF. FF mengaku bahwa dirinya justru dipukul oleh R pada saat kejadian. “Dia yang memukul saya, bukan sebaliknya. Baju saya yang robek, saya hanya berusaha untuk menyelesaikan keributan dengan berbicara baik-baik di luar kosan,” jelas FF.
(christie)
ISLAMABAD Pemerintah Pakistan meminta Amerika Serikat dan Iran tetap menjaga gencatan senjata meski perundingan terbaru di Islamabad berak
INTERNASIONAL
JAKARTA Koalisi masyarakat sipil yang tergabung dalam Solidaritas untuk Andrie Yunus menggelar aksi memperingati 30 hari penyiraman air ke
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Oditurat Militer menanggapi usulan pelibatan hakim ad hoc dalam sidang kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Or
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menyebut alokasi dana bantuan bencana dari pemerintah pusat untuk Sumut periode 20262028 m
EKONOMI
BANDA ACEH Komandan Resimen Induk Daerah Militer (Danrindam) Kodam Iskandar Muda, Ali Imran, menegaskan komitmennya membentuk putraputri
NASIONAL
JAKARTA Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, AM Akbar Supratman, mengapresiasi terpilihnya Sugiono sebagai Ketua
POLITIK
Oleh Raman KrisnaLONJAKAN harga bahan baku plastik di Sumatera Utara hingga puluhan persen bukan lagi sekadar persoalan pasar. Ini adalah p
OPINI
JAKARTA Bareskrim Polri terus mengusut kasus dugaan penipuan oleh PT Dana Syariah Indonesia (DSI) yang merugikan hingga Rp2,4 triliun. Pen
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) angkat bicara terkait anggaran Rp113 miliar untuk jasa event organizer (EO) yang menjadi sorotan publik.
EKONOMI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap adanya praktik tak wajar di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.
HUKUM DAN KRIMINAL