Kejati Sumut Tanggapi Kabar 2 Jaksa Sergai Diamankan Kejagung
MEDAN Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) memberikan tanggapan terkait kabar penangkapan dua jaksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Se
HUKUM DAN KRIMINAL
KALIMANTAN -Ketika sebuah video viral menggemparkan dunia maya dengan adegan yang tak biasa, di baliknya terselip kisah mengharukan dan juga pertanyaan serius tentang keselamatan. Seorang bocah lelaki berusia lima tahun diduga mengemudikan mobil milik PLN di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), hingga menabrak motor dan tiang listrik, memicu heboh dan kekhawatiran.
Kejadian tersebut diungkapkan oleh Kasat Lantas Polresta Samarinda, Kompol Creato Sonitehe Gulo, yang menjelaskan kronologi peristiwa yang menggemparkan banyak orang.
Peristiwa dimulai ketika para petugas PLN sedang menangani masalah kelistrikan di Sungai Dama, Samarinda, pada Jumat (18/4/2024). Mobil PLN diparkir dalam kondisi mesin mati di jalan menurun, lalu seorang bocah berusia lima tahun memasuki mobil dan melepas rem tangan.
Namun, Kasat Lantas Gulo menegaskan bahwa bocah tersebut tidak dalam posisi mengemudi mobil. “Saya klarifikasi anak itu bukan dalam posisi mengemudi ya,” ungkapnya.
Meski begitu, kejadian ini mengundang pertanyaan serius tentang pengawasan kendaraan dan keamanan di sekitar area pekerjaan. Seorang anak kecil yang dapat mengakses mobil dan melepas rem tangan menyoroti kebutuhan akan pengawasan yang lebih ketat, terutama di sekitar kendaraan besar seperti mobil PLN yang memiliki potensi bahaya jika tidak terkendali.
Beruntungnya, dalam insiden ini, bocah tersebut tidak mengalami luka dan dalam keadaan baik. Namun, kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak untuk lebih memperhatikan faktor keselamatan, terutama ketika ada anak-anak yang berada di sekitar area kerja atau kendaraan yang berpotensi membahayakan.
Pihak kepolisian telah melakukan mediasi antara wali dari anak tersebut, sopir PLN, dan korban motor untuk menyelesaikan masalah dengan damai. Namun, pertanyaan tentang bagaimana mencegah kejadian serupa dan bagaimana memberikan pengawasan yang lebih baik terus menjadi perhatian serius.
Dalam rangka penanganan yang lebih holistik, pihak kepolisian juga tengah berkonsultasi dengan psikolog anak untuk memastikan kejadian seperti ini tidak terulang. Semua ini menjadi catatan penting bagi semua pihak terkait untuk meningkatkan kesadaran akan keselamatan, terutama di lingkungan yang berpotensi membahayakan, baik untuk anak-anak maupun untuk masyarakat pada umumnya.
(K/09)
MEDAN Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) memberikan tanggapan terkait kabar penangkapan dua jaksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Se
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengenang hari lahir Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno atau Bung Karno, yang diperingati pad
NASIONAL
JAKARTA Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, dikabarkan masih mengalami syok usai ditangkap oleh Jaksa Agung Muda
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi XIII DPR RI berencana memanggil Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) untuk meminta penjelasan terkait kasus dug
NASIONAL
JAKARTA Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mengkritik keras tuntutan 2 tahun 6 bulan penjara terh
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berencana menerapkan aturan keseragaman warna pada kemasan seluruh produk tembakau, termasuk roko
NASIONAL
JAKARTA Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, resmi naik ke posisi ketiga klasemen sementara Moto3 musim 2026 setelah pembalap Spanyo
OLAHRAGA
MEDAN PT PLN (Persero) menargetkan pemulihan jaringan listrik di Sumatera Utara yang terdampak kerusakan Saluran Udara Tegangan Ekstra T
NASIONAL
MEDAN Pemerintah Kota (Pemko) Medan menegaskan komitmennya untuk melakukan pembenahan menyeluruh di kawasan Medan Belawan, tidak hanya d
PEMERINTAHAN
LHOKSEUMAWE Dharma Wanita Persatuan (DWP) Aceh menyalurkan bantuan kepada 60 lanjut usia (lansia) korban kebakaran di Desa Kampung Jawa,
NASIONAL