Wagub Sumut Lantik 264 Pejabat Fungsional, Siap Hadirkan Inovasi Nyata untuk Masyarakat
MEDAN Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Surya melantik dan mengambil sumpah jabatan 264 pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah
PEMERINTAHAN
BEKASI -Kasus kekerasan dalam keluarga kembali mencoreng dunia kemanusiaan. Seorang bocah laki-laki berusia 3 tahun 9 bulan, RMR, ditemukan tewas di sebuah ruko di kawasan Tambun Selatan, Bekasi, setelah disiksa oleh kedua orang tuanya sendiri. Korban yang mengalami penganiayaan brutal akhirnya ditinggal tidur oleh para pelaku yang berharap anak mereka akan sadar keesokan harinya.
Peristiwa tragis ini terjadi pada Minggu malam (6/1) sekitar pukul 22.30 WIB. Kombes Wira Satya Triputra, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, mengungkapkan detail mengerikan penganiayaan yang dialami korban. “Korban dipukul di dada serta ditendang di kepala dan wajah hingga tak sadarkan diri. Saat korban sudah tidak berdaya dan menunjukkan tanda sesak napas, tersangka AZR menyuruh tersangka SD membeli minyak kayu putih. Minyak tersebut dioleskan ke hidung dan perut korban, tetapi korban tetap tidak sadar,” jelas Wira kepada wartawan, Senin (13/1/2025).
Setelah penganiayaan itu, kedua tersangka memilih beristirahat tanpa membawa korban ke rumah sakit. Mereka berharap anaknya akan pulih dengan sendirinya. Namun, pada Senin pagi (6/1) pukul 06.00 WIB, SD terbangun dan mendapati tubuh korban sudah tidak bernapas, tangan dan kaki dingin serta kaku. “Setelah menyadari korban meninggal, tersangka AZR dan SD memindahkan jasad anak mereka ke ruko sebelah. Korban dibungkus dengan kain sarung,” lanjut Wira.
Aksi pemindahan jasad tersebut disaksikan oleh beberapa orang di sekitar lokasi. Kedua pelaku kemudian melarikan diri dari tempat kejadian. Mereka berusaha kabur ke wilayah Jawa, namun berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian pada Rabu malam (8/1).
Motif pembunuhan yang diungkap polisi sangat memilukan. Pasangan suami istri (pasutri) tersebut yang bekerja sebagai pengemis di sekitar minimarket merasa emosi setelah ditegur oleh karyawan minimarket karena korban muntah di depan teras toko. Kekesalan tersebut memuncak menjadi tindakan kejam yang berujung pada kematian anak mereka sendiri.
“Tersangka merasa marah karena ditegur saat anaknya muntah di lokasi yang menjadi tempat mereka biasa mengemis. Ini yang memicu kekerasan hingga menyebabkan korban meninggal dunia,” ungkap Wira.
Saat ini, kedua orang tua korban telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Mereka menghadapi dakwaan tindak pidana kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan kematian, dengan ancaman hukuman berat sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia.
Kasus ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya peran masyarakat dan pemerintah dalam mengatasi masalah kekerasan dalam rumah tangga dan perlindungan anak.
(N/014)
MEDAN Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Surya melantik dan mengambil sumpah jabatan 264 pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah
PEMERINTAHAN
JAKARTA Tandatanda peluncuran Samsung Galaxy A57 dan Galaxy A37 di Indonesia semakin kuat. Kedua smartphone kelas menengah ini telah mu
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) kembali melemah pada Sabtu (14/3/2026). Berdasarkan data terbaru pukul 09.30 WIB, h
EKONOMI
JAKARTA Mantan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, mengecam keras aksi penyerangan terhadap Andrie Yunus
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Sholat taubat nasuha menjadi salah satu upaya utama umat Muslim untuk kembali ke jalan yang benar. Tak jarang, manusia terjerat
AGAMA
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi membuka layanan aduan Tunjangan Hari Raya (THR) dan Bonus Hari Raya (BHR) Keagamaan
NASIONAL
LABUSEL Bupati Labuhanbatu Selatan Fery Sahputra Simatupang secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerint
PEMERINTAHAN
LABUSEL Suasana Ramadhan yang hangat terasa di Masjid Raya AlIkhlas, Perkebunan Teluk Panji, Kecamatan Kampung Rakyat, Kamis (12/3/2026
PEMERINTAHAN
LABUSEL Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel), Fery Sahputra Simatupang, menghadiri kegiatan buka puasa bersama dengan tokoh masyarakat, to
PEMERINTAHAN
TANJUNGBALAI Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim, menerima audiensi Majelis Qosidah dan Ramadhan (Maqom) Kota Tanjungbalai beserta
PEMERINTAHAN