Rico Waas Lepas Kontingen Pramuka Medan ke Jamnas XII, Titip Nama Baik Kota
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas melepas Kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Medan yang akan mengikuti J
PENDIDIKAN
JAKARTA – Majelis Kehormatan Hakim (MKH) telah menjatuhkan sanksi berat terhadap seorang hakim Pengadilan Negeri (PN) Garut yang berinisial V. Sanksi tersebut berupa pemberhentian dengan hak pensiun akibat pelanggaran disiplin yang dilakukan oleh hakim tersebut. Penetapan pemberhentian ini dilakukan setelah melalui proses sidang MKH yang kedua, di mana hakim terlapor V tidak hadir dalam sidang pertama.
Sidang MKH yang kedua ini digelar di Gedung High End, Jakarta pada Senin (19/2/2024). Sidang tersebut merupakan bagian dari proses tindak lanjut atas usulan Mahkamah Agung (MA) terkait pelanggaran disiplin yang dilakukan oleh hakim V.
Dalam sidang tersebut, hakim V dihadapkan pada tuduhan pelanggaran disiplin karena melakukan bolos kerja dan menentang mutasi. Sebagai konsekuensi atas pelanggaran tersebut, MKH memutuskan untuk memberhentikan hakim V dengan hak pensiun. Putusan tersebut didasarkan pada laporan hasil pemeriksaan oleh Badan Pengawas Mahkamah Agung (Bawas MA), yang menemukan bahwa hakim V secara konsisten menolak untuk mematuhi keputusan MA terkait mutasi dan tidak hadir dalam tugasnya dalam jangka waktu yang lama.
Sebelumnya, hakim V telah diberikan sanksi disiplin berupa penundaan kenaikan gaji selama satu tahun pada tahun 2021 akibat ketidakpatuhannya terhadap mutasi yang ditetapkan oleh MA. Namun, V tetap menunjukkan penolakan dan tidak mau menjalankan tugasnya, baik di PN Pemalang maupun di PN Kalianda.
Dalam proses sidang MKH tersebut, hakim V juga dituduh telah menunjukkan perilaku tidak sopan dan mengeluarkan kata-kata tidak senonoh terhadap tim pemeriksa pada tahun 2022. Selain itu, V juga dianggap tidak kooperatif karena tidak pernah hadir dalam panggilan-panggilan yang dilakukan oleh Bawas MA dan PT Bandung.
Dengan demikian, MKH menyatakan bahwa pemberhentian hakim V dengan hak pensiun merupakan sanksi yang tepat atas pelanggaran disiplin yang dilakukannya. Meskipun telah memiliki masa kerja yang cukup lama, yakni sekitar 20 tahun, namun perilaku V yang tidak patuh dan tidak kooperatif dianggap sebagai pelanggaran serius yang tidak dapat ditoleransi dalam sistem peradilan. MKH juga menekankan bahwa putusan tersebut diambil tanpa kehadiran V dalam sidang, setelah V beberapa kali tidak hadir tanpa alasan yang memadai.
Demikianlah, MKH telah menjatuhkan putusan pemberhentian hakim V dengan hak pensiun sebagai konsekuensi dari pelanggaran disiplin yang dilakukannya. Putusan tersebut diambil setelah melalui proses sidang yang cukup panjang dan mendalam, dengan mempertimbangkan berbagai bukti dan informasi yang ada.
(A/08)
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas melepas Kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Medan yang akan mengikuti J
PENDIDIKAN
JAKARTA Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memberikan respons terkait hasil survei nasional Indonesia Political Opinion (IPO) yang menempat
POLITIK
JAKARTA Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,29 persen pada triwu
EKONOMI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang 12.000 Dollar Singapura (SGD) dalam amplop yang diduga diberikan Bupati Kuantan Si
HUKUM DAN KRIMINAL
BANDA ACEH Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan menyatakan perang terhadap peredaran narkotika di wilayah Aceh. Pernyataan itu disampaika
HUKUM DAN KRIMINAL
ACEH TAMIANG Rasa syukur dan harapan untuk kembali menjalani kehidupan secara normal mulai tumbuh di tengah para penyintas bencana yang me
NASIONAL
NAGAN RAYA Akses masyarakat di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, yang sempat terputus akibat bencana hidrome
NASIONAL
Catatan redaksi Berita ini dibuat berdasarkan keterangan keluarga serta dokumen DPR RI dan kliping Pos Metro Medan yang diperlihatkan kepad
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan empat tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan iklan di Bank Pembangunan Daerah Jawa Ba
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Tim penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa 16 saksi dalam penyidik
HUKUM DAN KRIMINAL