Pagelaran Seni Silat Melayu Langkat Jadi Momentum Kebangkitan Warisan Budaya di Tanah Bertuah
LANGKAT Di tengah derasnya arus modernisasi yang terus berkembang, upaya pelestarian budaya daerah dinilai semakin penting untuk menjaga
PEMERINTAHAN
MAGETAN, (2/1/2025) – Pj Bupati Magetan, Nizhamul, melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap tempat usaha karaoke dan kost-kostan Wjufeen yang terletak di Desa Sempol, Kecamatan Maospati, Kamis (2/1/2025). Sidak ini dilakukan setelah pihak pemerintah menerima keluhan dari warga mengenai operasional tempat hiburan yang diduga tidak memiliki izin. Nizhamul menjelaskan bahwa tempat usaha milik Fendy Sutrisno tersebut memiliki izin restoran, namun melanggar aturan karena beroperasi sebagai kost-kostan dan tempat karaoke. “Hari ini kita menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait usaha yang menyalahi aturan. Di sini ada izinnya, tapi menyalahi aturan. Izinnya restoran, tapi di sini ada kost-kostan dan ada tempat hiburan,” ungkapnya usai sidak. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan mengambil tindakan tegas dengan menutup usaha tersebut.
Fendy Sutrisno, pemilik tempat karaoke Wjufeen, mengakui bahwa tempat usahanya tidak memiliki izin yang sesuai. Ia menyebutkan bahwa kost-kostannya telah beroperasi sejak 2015, sedangkan tempat karaoke baru beroperasi dua bulan terakhir. Fendy mengeluhkan kesulitan dalam mengurus izin untuk kost-kostan dan rumah karaoke. “Kalau kost-kostan ini sudah sejak tahun 2015, kalau tempat karaoke baru 2 bulan. Izinnya ada, ya izin resto itu. Sulit nyari izin,” katanya. Dalam sidak tersebut, Pj Bupati juga menemukan sejumlah botol minuman keras di lokasi. Fendy mengaku menjual minuman keras dalam jumlah terbatas dan menyatakan bahwa jika tidak habis, ia akan mengonsumsinya sendiri. Ia membantah tuduhan adanya praktik prostitusi terselubung di tempat usahanya. “Ada juga menyediakan miras, tapi tidak banyak karena saya juga peminum. Kalau tuduhan prostitusi itu tidak valid. Saya mengatakan apapun orang tidak percaya,” ucapnya.
Menyikapi penutupan tempat usahanya, Fendy mengaku menerima keputusan tersebut meskipun ia menyadari bahwa ia telah beroperasi tanpa izin. “Saya memang salah karena tak punya izin. Mau tidak mau, tapi saya juga minta kalau yang tidak punya izin juga harus dihentikan,” pungkasnya, sambil meminta pemerintah daerah menindak tegas usaha karaoke dan kost-kostan lainnya yang tidak memiliki izin, terutama setelah berdirinya Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang berjarak sekitar 200 meter dari rumahnya.
(CHRISTIE)
LANGKAT Di tengah derasnya arus modernisasi yang terus berkembang, upaya pelestarian budaya daerah dinilai semakin penting untuk menjaga
PEMERINTAHAN
BINJAI Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Kota Binjai mendesak Pemerintah Kota Binjai untuk segera membenahi tata kelola retrib
NASIONAL
BANGKALAN Ribuan relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mendatangi Kantor Bupati Bangkalan, Jawa Timur, Kamis, 25 Juni 2026. Mer
NASIONAL
JAKARTA PT Pertamina (Persero) memastikan salah satu kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS), Kapal Gamsunoro, berh
EKONOMI
YOGYAKARTA Mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto, angkat bicara setelah dirinya dila
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Ketua DPP PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira, menilai Presiden Prabowo Subianto perlu mengambil langkah nyata apabila benar me
POLITIK
JAKARTA Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menanggapi usulan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk me
KESEHATAN
DELI SERDANG Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin, menghadiri penutupan Musabaqah Tilawatil Qur&039an (MTQ) ke40 Provinsi Sumatera Uta
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas
PEMERINTAHAN
NIAS Ketua Dekranasda Provinsi Sumatera Utara, Kahiyang Ayu Bobby Nasution, mengunjungi Galeri Dekranasda Kota Gunungsitoli yang berada
SENI DAN BUDAYA