BREAKING NEWS
Kamis, 13 Agustus 2026

Dilaporkan ke Polisi, Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto: Ini Momentum Mereka Mempersembahkan Loyalitas ke Prabowo

Abyadi Siregar - Kamis, 25 Juni 2026 16:04 WIB
Dilaporkan ke Polisi, Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto: Ini Momentum Mereka Mempersembahkan Loyalitas ke Prabowo
Mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto. (foto: Mahfud MD Official/yt)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

YOGYAKARTA – Mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto, angkat bicara setelah dirinya dilaporkan ke kepolisian oleh sejumlah pihak terkait pernyataan yang dianggap kontroversial.

Sebelumnya, advokat Muhammad Firdaus Oiwobo melaporkan Tiyo ke Polres Tangerang Selatan atas dugaan penghasutan terkait penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selain itu, Relawan Garda Prabowo juga mengadukan Tiyo ke Bareskrim Polri karena pernyataannya dinilai menghina Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga:

Menanggapi laporan tersebut, Tiyo mengaku memandang langkah yang dilakukan para pelapor sebagai bentuk loyalitas kepada Presiden Prabowo.

"Saya pribadi memandang bahwa momentum ini memang bagus sekali untuk mereka yang ingin mempersembahkan loyalitasnya kepada Pak Presiden Prabowo, dan ini saya kira dimanfaatkan dengan baik oleh mereka yang melaporkan saya," ujar Tiyo Ardianto saat ditemui di lingkungan UGM, Kamis, 25 Juni 2026.

"Jadi, saya harap Pak Presiden memberikan apresiasi terbaik bagi mereka yang sedang menunjukkan loyalitasnya," lanjutnya.

Meski telah dilaporkan ke polisi, Tiyo menegaskan dirinya akan bersikap kooperatif apabila diminta memberikan keterangan oleh aparat penegak hukum.

"Saya pribadi akan tetap fokus untuk melakukan hal-hal yang substantif dengan tetap tentu kooperatif, apabila kita dipanggil pihak kepolisian, ya kita akan datang. Apabila kita dimintai keterangan, ya kita akan berikan," ungkapnya.

Menurut Tiyo, perannya sebagai warga negara yang kritis tetap akan dijalankan.

Ia menilai kritik terhadap kekuasaan merupakan bagian penting dalam menjaga demokrasi dan memastikan pemerintahan berjalan sesuai kepentingan rakyat.

Ia mengibaratkan kondisi bangsa sebagai sebuah rumah yang membutuhkan perhatian seluruh anak bangsa agar tidak mengalami kerusakan yang lebih besar.

"Salah satu peran yang saya ambil adalah menjadi warga negara kritis yang tidak rela apabila penghancuran dilakukan oleh mereka yang harusnya melakukan perbaikan," tuturnya.

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Prabowo Sebut Tahu Pihak Pendana Demo, PDIP: Justru Terkesan Mengancam Rakyatnya Sendiri
Usai Viral, Barak Narkoba di Labuhanbatu Dibakar Polisi: Ada yang Janggal, Tempat Musnah, Bandar ke Mana?
Dua Peserta SPPI Tewas Saat Latsarmil, DPR: Calon Manajer Kopdes Merah Putih Bukan Prajurit Militer!
Polres Bener Meriah Perkuat Sinergi dengan Warga melalui Program Subuh Keliling
Ganjar Tanggapi Pernyataan Prabowo soal Demo Bayaran: Jangan Pukul Rata Semua Aksi Demonstrasi
Dunia Mulai Lirik Pangan RI, Prabowo Ungkap Banyak Negara Minta Beras dan Pupuk
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru