BREAKING NEWS
Kamis, 25 Juni 2026

Dunia Mulai Lirik Pangan RI, Prabowo Ungkap Banyak Negara Minta Beras dan Pupuk

Nurul - Kamis, 25 Juni 2026 11:45 WIB
Dunia Mulai Lirik Pangan RI, Prabowo Ungkap Banyak Negara Minta Beras dan Pupuk
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, saat menghadiri Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII yang digelar di Gorontalo, Rabu (24/6/2026). (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

GORONTALO – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa sejumlah negara saat ini mulai meminta pasokan komoditas pangan dan pupuk dari Indonesia. Permintaan tersebut mencakup beras, jagung hingga pupuk yang disebut mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII yang digelar di Gorontalo, Rabu (24/6/2026).

Menurut Prabowo, peningkatan produksi dalam negeri membuat Indonesia kini memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional sekaligus membuka peluang ekspor ke berbagai negara.

Baca Juga:

"Negara-negara banyak yang minta pupuk dari kita. Negara-negara lain banyak minta beras dari kita, jagung dari kita," kata Prabowo di hadapan para petani dan nelayan.

Prabowo menyebut permintaan dari negara-negara sahabat terus berdatangan, terutama untuk komoditas strategis seperti pupuk, beras, dan jagung. Bahkan, Indonesia disebut telah mulai melakukan ekspor terhadap sejumlah komoditas tersebut.

"Alhamdulillah, kita sekarang sudah mulai ekspor," ujarnya.

Presiden menjelaskan bahwa produksi pupuk nasional saat ini telah mengalami surplus sehingga memungkinkan Indonesia memenuhi kebutuhan negara lain tanpa mengganggu kebutuhan dalam negeri.

Menurutnya, sejumlah negara telah meminta izin untuk membeli pupuk produksi Indonesia guna memenuhi kebutuhan sektor pertanian mereka.

"Dan mereka minta apakah boleh kita jual ke mereka. Saya bilang jual, kirim ke mereka," kata Prabowo.

Meski membuka peluang ekspor yang lebih luas, Prabowo menegaskan bahwa kepentingan petani tetap menjadi prioritas utama pemerintah. Ia menekankan bahwa ekspor harus dilakukan dengan mempertimbangkan harga yang menguntungkan petani dan tidak menyebabkan kerugian bagi pelaku sektor pertanian.

"Silakan. Asal harganya benar," tegasnya.

Di hadapan ribuan peserta PENAS, Prabowo juga menanyakan langsung kondisi kesejahteraan petani saat ini. Ia berharap hasil produksi yang meningkat dapat berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan petani di berbagai daerah.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Harga Cabai Rawit Tembus Rp70.400 per Kg, Telur Ayam Rp29.750 per Kg
Dibuka Merah, IHSG Berbalik Menguat dan Kembali Sentuh Level 5.900
Jepang Diguncang Gempa M 6,8, BMKG Pastikan Indonesia Aman dari Ancaman Tsunami
Kemlu Pastikan 3 WNI Selamat usai Gempa Kembar M7,2 dan M7,5 Guncang Venezuela
Byar Pet Listrik dan Opsi Terbaik Energi Nasional
Pertahanan, Pembangunan, dan Koridor Demokrasi
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru