BREAKING NEWS
Rabu, 12 Agustus 2026

Pariwisata Regeneratif: Jalan Baru Bali Menjaga Desa, Budaya, dan Alam

Administrator - Rabu, 12 Agustus 2026 20:48 WIB
Pariwisata Regeneratif: Jalan Baru Bali Menjaga Desa, Budaya, dan Alam
Dr. Trisno Nugroho, S.E., MBA.(Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Oleh:Dr. Trisno Nugroho, S.E., MBA


BALI tidak pernah kekurangan pesona. Alamnya indah, budayanya kuat, masyarakatnya ramah, dan tradisinya tetap hidup di tengah arus perubahan zaman.

Namun, justru karena begitu dicintai dunia, Bali juga menghadapi tantangan yang tidak ringan. Kunjungan wisatawan terus meningkat, ruang semakin padat, sampah menjadi persoalan serius, air dan lahan menghadapi tekanan, sementara budaya lokal harus terus dijaga agar tidak sekadar menjadi tontonan.

Baca Juga:

Di tengah kondisi tersebut, Bali membutuhkan cara pandang baru dalam membangun pariwisata. Tidak cukup lagi hanya bertanya berapa banyak wisatawan datang, berapa hotel terisi, atau berapa besar transaksi ekonomi tercipta.

Pertanyaan yang lebih penting hari ini adalah: apakah pariwisata membuat Bali menjadi lebih baik?

Inilah inti dari pariwisata regeneratif.

Pariwisata regeneratif bukan sekadar pariwisata yang berkelanjutan. Pariwisata berkelanjutan berusaha menjaga agar pariwisata tidak merusak. Sementara itu, pariwisata regeneratif bergerak lebih jauh: pariwisata harus ikut memulihkan, memperkuat, dan meningkatkan kualitas tempat.

Artinya, pariwisata bukan hanya mengurangi dampak negatif, tetapi menciptakan manfaat positif bagi masyarakat, budaya, alam, dan masa depan destinasi.

Dengan bahasa sederhana, pariwisata regeneratif bertanya: setelah wisatawan datang dan pergi, apakah desa menjadi lebih kuat? Apakah budaya semakin terjaga? Apakah lingkungan semakin pulih? Apakah masyarakat lokal semakin sejahtera? Apakah wisatawan pulang membawa kesadaran baru untuk lebih menghormati Bali?

Pertanyaan-pertanyaan itu menjadi sangat relevan ketika kita melihat Desa Wisata Penglipuran.

Belajar dari Penglipuran

Penglipuran adalah salah satu wajah terbaik Bali. Desa ini dikenal bersih, tertata, berbudaya, memiliki tata ruang tradisional yang kuat, hutan bambu yang indah, rumah adat yang terawat, serta masyarakat yang menjaga nilai-nilai desa adat.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
DPR Terima Surpres, Destry Damayanti Diusulkan Prabowo jadi Gubernur BI Berikutnya
Hubungan RI-AS Berkembang Pesat, Prabowo Terima Wamenhan AS Colby di Istana Merdeka
"Insya Allah Hadir," Jokowi Pastikan Datang ke Sidang Tahunan MPR dan Upacara HUT RI
Sumbang 22 Persen PDB Nasional, Sumut Ajak Provinsi se-Sumatera Perkuat Kolaborasi Ekonomi
Dari Ahli Teknologi hingga Menteri, Prabowo Siapkan Tanda Jasa Jelang HUT ke-81 RI
Nadiem Bantah Rekayasa Transaksi Rp809 Miliar, Klaim Tak Sepeser pun Diterimanya
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru