Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Penglipuran adalah contoh bahwa pariwisata dan kehidupan adat dapat berjalan berdampingan. Namun, keberhasilan Penglipuran juga membawa tantangan baru.
Ketika semakin terkenal, kunjungan meningkat. Desa menjadi semakin ramai. Sampah harus dikelola lebih baik. Hutan bambu perlu ditata lebih serius. Jalur kunjungan harus dijaga. Rumput dan ruang desa tidak boleh terus-menerus menerima tekanan.
Masyarakat juga perlu tetap menjadi pemilik utama arah pembangunan desa, bukan hanya menjadi pelengkap dari aktivitas wisata.
Dari Penglipuran kita belajar satu hal penting: desa wisata yang berhasil tidak boleh berhenti pada keberhasilan. Ia harus terus memperbarui diri.
Dalam penelitian saya tentang Penglipuran, saya menemukan bahwa pengetahuan dan pemahaman masyarakat sangat menentukan keterlibatan mereka dalam pengembangan pariwisata.
Masyarakat yang hanya tahu belum tentu mau terlibat. Tetapi masyarakat yang memahami makna pariwisata, manfaatnya, risikonya, dan tanggung jawabnya akan lebih terdorong untuk ikut menjaga desanya.
Karena itu, pembangunan desa wisata tidak cukup hanya dengan promosi, pembangunan fasilitas, atau penambahan atraksi. Yang jauh lebih penting adalah membangun pemahaman bersama.
Desa wisata harus menjadi gerakan masyarakat, bukan hanya program pemerintah atau proyek pengelola.
Keterlibatan masyarakat terbukti menjadi kunci. Ketika masyarakat terlibat, pariwisata dapat memperkuat ekonomi lokal, menghidupkan UMKM, membuka ruang bagi generasi muda, memperkuat rasa memiliki, dan memberi pengalaman yang lebih bermakna bagi wisatawan.
Namun, ada catatan penting: keterlibatan masyarakat belum otomatis memulihkan lingkungan. Pemulihan lingkungan membutuhkan sistem yang lebih jelas, terukur, dan konsisten.
Model REGENESIS (Model 6M)
Di sinilah pariwisata regeneratif menjadi penting. Ia mengajak kita untuk tidak hanya merawat yang sudah baik, tetapi juga memperbaiki yang mulai tertekan.
Untuk menjelaskan gagasan ini secara sederhana, saya merumuskan Model REGENESIS, yang dapat dipahami sebagai Model 6M.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.