BREAKING NEWS
Minggu, 22 Maret 2026

Viral Video Remaja Ancam Bunuh Orangtuanya di Pemalang, Gara-Gara Tak Dibeli Skincare

Redaksi - Senin, 03 Februari 2025 23:37 WIB
Viral Video Remaja Ancam Bunuh Orangtuanya di Pemalang, Gara-Gara Tak Dibeli Skincare
Polisi, tokoh agama dan perangkat Desa Kejambon, Pemalang, Jateng, mendatangi rumah viral remaja ancam bunuh orangtua karena tak dibelikan skincare
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Pemalang- Sebuah video yang menunjukkan aksi seorang remaja wanita yang mengamuk dan mengancam orangtuanya dengan senjata tajam di Desa Kejambon, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, menjadi viral di media sosial pada Sabtu (1/2/2025). Aksi kekerasan ini diduga terjadi karena sang remaja marah besar setelah tidak dibelikan produk kecantikan untuk wajah.

Dalam video yang tersebar luas di platform Instagram dan X, terlihat gadis remaja tersebut mengamuk, marah-marah kepada ibunya, dan kemudian membawa pisau dapur untuk mengancam. Ia bahkan menuntut sepeda dan berteriak kepada ibunya sebelum keluar rumah sambil memegang senjata tajam. Kejadian ini berhasil direkam oleh seorang warga yang berada di sekitar lokasi.

"Tak video, lihat mau membunuh orangtuanya," kata perekam dalam video tersebut yang kemudian viral dan menuai banyak komentar dari netizen yang mengecam perilaku remaja tersebut. Mendapat perhatian dari berbagai pihak, aparat kepolisian dari Polsek Taman, bersama dengan Bhabinkamtibmas, Babinsa, tokoh agama, dan perangkat Desa Kejambon, segera turun tangan ke lokasi kejadian untuk memberikan nasihat kepada keluarga tersebut.

Kapolsek Taman, AKP Ciptanto, menyampaikan melalui keterangan resmi pada Minggu (2/2/2025), bahwa petugas memberikan imbauan kepada sang anak dan orangtuanya agar kejadian serupa tidak terulang. Pihak keluarga, menurut Kapolsek, memilih untuk tidak melanjutkan kasus ini ke jalur hukum.

Sebagai langkah tindak lanjut, orangtua remaja tersebut berencana membawa anak mereka untuk mendapatkan bimbingan psikologis dari seorang psikiater. "Kedua orangtuanya menyampaikan bahwa mereka tidak akan membawa masalah ini ke ranah hukum. Mereka berencana membawa anaknya ke psikiater untuk mendapatkan bimbingan psikologis," ucap AKP Ciptanto.

Meskipun demikian, insiden ini memicu pro dan kontra di kalangan masyarakat. Banyak yang menilai bahwa kejadian tersebut menunjukkan adanya permasalahan lebih dalam terkait kesehatan mental remaja, sementara lainnya mengecam sikap kekerasan yang ditunjukkan dalam video tersebut.

(tn/christie)

Editor
: Redaksi
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru