Iran Tutup Selat Hormuz, Ketegangan Timur Tengah Kembali Memuncak
TEHERAN Situasi geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz untuk seluruh lalu lintas kap
INTERNASIONAL
Sulawesi Selatan – Kasus peredaran uang palsu yang melibatkan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan, semakin berkembang dengan penetapan tersangka baru. Penyidik Polres Gowa mengumumkan penetapan Annar Salahuddin Sampetoding (ASS) sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Dengan penetapan ini, jumlah tersangka dalam kasus uang palsu yang mencuat sejak bulan lalu kini telah mencapai 18 orang. AKBP Reonald Simanjuntak, Kapolres Gowa, menjelaskan bahwa ASS, seorang pengusaha asal Toraja, memiliki peran penting dalam sindikat pembuatan uang palsu. “Statusnya sudah tersangka,” ujarnya dalam pernyataan yang dikutip oleh Tribunnews, Minggu (29/12/2024). Meski demikian, peran lebih lanjut dari ASS akan dijelaskan langsung oleh Kapolda Sulawesi Selatan.
Menurut Irjen Pol Yudhiawan Wibisono, ASS disebut-sebut sebagai donator utama atau investor dalam pembuatan uang palsu tersebut. Ia dilaporkan telah membiayai pembelian bahan baku produksi uang palsu yang diproduksi di rumahnya di Jalan Sunu 3, Kota Makassar, sebelum akhirnya dipindahkan ke kampus UIN Alauddin untuk digunakan dalam mesin cetak yang lebih besar. “Produksi awal dilakukan di rumah ASS, namun karena jumlah yang dicetak semakin besar, mereka memindahkan proses produksi ke kampus UIN di Gowa,” ujar Irjen Pol Yudhiawan pada Kamis (19/12/2024).
Selain ASS, peran dua tersangka lainnya, yakni Andi Ibrahim (AI) dan seorang tersangka berinisial S, juga turut disorot. Ketiganya diduga sebagai otak utama dalam sindikat tersebut, dengan melibatkan mesin cetak uang palsu yang didatangkan secara ilegal dari China. Polisi juga terus mengejar tiga orang yang masih berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO). “Kami akan terus mengejar tiga DPO yang belum tertangkap. Kasus ini akan kami tuntaskan hingga tuntas,” tambah Irjen Yudhiawan. Annar Salahuddin Sampetoding sendiri dikenal sebagai pengusaha sukses di Sulawesi Selatan. Ia menjabat sebagai Presiden Direktur Siner Group dan Presiden Komisaris Sulwood Group, serta memiliki sejumlah posisi penting dalam organisasi dan asosiasi pengusaha di wilayah tersebut. Keikutsertaannya dalam kasus uang palsu ini mengejutkan banyak pihak, mengingat reputasinya di dunia usaha.
(CHRISTIE)
TEHERAN Situasi geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz untuk seluruh lalu lintas kap
INTERNASIONAL
JAKARTA Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) menyambut positif kebijakan pemerintah terkait penerapan anggaran m
OLAHRAGA
MEDAN Kebakaran hebat melanda sebuah pabrik plastik dan mainan yang berada di Jalan Ladang, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Sabtu (20
PERISTIWA
BANDA ACEH Tokoh masyarakat Aceh, Suryadi Djamil, M.I.Kom atau yang akrab disapa Om Sur, mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat A
AGAMA
MEDAN Kebakaran hebat melanda empat kapal ikan yang sedang bersandar di dermaga Jalan Gabion, Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Bela
PERISTIWA
JAKARTA Pengamat politik senior Boni Hargens menilai pelibatan personel Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam jabatan sipil merupa
POLITIK
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I tahun 2026 mencapai 5,61 persen seca
EKONOMI
JAKARTA Oditurat Militer II07 Jakarta memutuskan tidak mengajukan banding atas putusan majelis hakim terhadap empat anggota Badan Intel
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan pemerintah tidak akan melakukan impor beras konsumsi dalam waktu dekat
EKONOMI
JAKARTA Roy Suryo berencana mengajukan penangguhan penahanan setelah ditahan oleh Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan penyebaran tudin
HUKUM DAN KRIMINAL