Prabowo Targetkan BUMN Tinggal 250 Perusahaan, Lebih dari 200 Entitas Sudah Ditutup
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pemerintah telah menutup lebih dari 200 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai bagian d
EKONOMI
BATAM -Komisi Yudisial (KY) merespons insiden penusukan yang menimpa Hakim Pengadilan Agama Batam, Gusnahari, oleh orang tak dikenal (OTK) di kediamannya di Perumahan Cipta Garden, Sekupang, Kamis pagi, 6 Maret 2025.
Anggota KY, Binziad Kadafi, menjelaskan bahwa pihaknya telah menerjunkan tim untuk menelusuri informasi lebih lanjut terkait peristiwa tersebut dan berkoordinasi dengan kepolisian setempat untuk memastikan bahwa kasus ini ditangani secara transparan dan tuntas.
Kadafi menegaskan bahwa KY mendukung penuh langkah kepolisian dalam menangkap pelaku dan memprosesnya sesuai dengan hukum yang berlaku.
"KY mendukung sepenuhnya langkah kepolisian untuk menangkap dan memproses pelaku sesuai hukum yang berlaku.
Terlepas dari motif pelaku, KY memandang insiden ini sebagai alarm untuk terus mendorong komitmen yang kuat dalam memberikan perlindungan terhadap hakim," ungkap Kadafi dalam keterangannya pada Jumat (7/3/2025).
Lebih lanjut, Kadafi menekankan pentingnya penerapan yang lebih efektif dari Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 5 dan 6 Tahun 2020 mengenai Sistem Pengamanan Pengadilan dan Persidangan.
Hal ini, menurutnya, tidak hanya relevan dalam konteks persidangan, tetapi juga dalam memberikan perlindungan terhadap hakim dan petugas pengadilan di luar lingkungan pengadilan.
"Kami saat ini juga sedang mengkaji pembentukan satuan polisi khusus pengadilan yang bertugas memastikan keamanan hakim, aparatur peradilan, dan lingkungan peradilan secara menyeluruh," tambah Kadafi.
Kajian ini mencakup kewenangan, struktur kelembagaan, mekanisme koordinasi dengan kepolisian, serta sumber daya yang dibutuhkan untuk mendukung sistem pengamanan yang lebih efektif.
Kadafi menegaskan bahwa gagasan mengenai sistem pengamanan yang lebih efisien dan berkelanjutan sangat penting untuk menjaga independensi hakim dalam menjalankan tugasnya untuk mewujudkan keadilan, tanpa terpapar ancaman, kekerasan, atau rasa takut.
Di kesempatan yang sama, Anggota KY dan Juru Bicara KY, Mukti Fajar Nur Dewata, mengimbau seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, untuk mengambil langkah kebijakan konkret agar insiden serupa tidak terjadi lagi di masa depan.
Mukti juga mengajak masyarakat untuk menjaga kehormatan dan martabat hakim.
"KY juga mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kehormatan dan keluhuran martabat hakim," pungkas Mukti.
(kp/n14)
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pemerintah telah menutup lebih dari 200 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai bagian d
EKONOMI
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengingatkan bahwa perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (A
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintahannya membuka ruang seluasluasnya bagi seluruh masyarakat untuk menyampaikan gag
NASIONAL
MEDAN Tabuhan gendang pakpung yang berpadu dengan petikan gambus Melayu yang dimainkan langsung oleh Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu
SENI DAN BUDAYA
JAKARTA Austria dan Aljazair menjadi dua tim terakhir yang memastikan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026. Kepastian itu diperoleh
OLAHRAGA
DALLAS Timnas Argentina memastikan diri melaju ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 dengan status juara Grup J setelah mengalahkan Yordani
OLAHRAGA
JAKARTA Satuan Tugas (Satgas) Penegakan Hukum Penyelundupan Polri mencatat keberhasilan menyelamatkan potensi kerugian keuangan negara h
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan pemerintah sempat menghentikan ekspor batu bara unt
EKONOMI
JAKARTA Fenomena kumpul kebo atau hidup bersama tanpa ikatan pernikahan semakin banyak menjadi pilihan sebagian anak muda. Pergeseran ca
NASIONAL
JAKARTA Gangguan penglihatan sering kali dianggap sebagai masalah pada mata yang dapat diatasi dengan mengganti kacamata, menggunakan ob
KESEHATAN