Buruan Klaim! Daftar Kode Redeem FC Mobile 28 Juni 2026, Hadiah Player Langka hingga 5.000 Gems
JAKARTA Kabar gembira bagi para pemain FC Mobile. EA Sports kembali membagikan sederet kode redeem terbaru yang dapat ditukarkan dengan
ENTERTAINMENT
JAKARTA – Fenomena kumpul kebo atau hidup bersama tanpa ikatan pernikahan semakin banyak menjadi pilihan sebagian anak muda.
Pergeseran cara pandang terhadap hubungan dan pernikahan membuat sebagian pasangan menganggap hidup bersama merupakan bentuk cinta yang lebih sederhana tanpa harus melalui proses pernikahan yang dianggap rumit.
Kumpul kebo merupakan istilah untuk pasangan yang bukan suami istri tetapi memutuskan tinggal bersama dalam satu rumah.Baca Juga:
Fenomena ini dilaporkan semakin mendapat perhatian karena terjadi perubahan pandangan masyarakat mengenai relasi dan kehidupan berkeluarga.
Di banyak negara Asia yang masih menjunjung tinggi budaya, adat, dan nilai agama, praktik kumpul kebo masih dianggap sebagai sesuatu yang tabu.
Jika pun terjadi, hubungan tersebut umumnya hanya berlangsung sementara sebelum pasangan melangsungkan pernikahan.
Di Indonesia, penelitian berjudul The Untold Story of Cohabitation pada 2021 menunjukkan praktik kohabitasi lebih banyak ditemukan di wilayah Indonesia bagian timur yang mayoritas penduduknya non-Muslim.
Peneliti Ahli Muda Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Yulinda Nurul Aini, mengungkapkan hasil penelitiannya di Kota Manado menemukan sedikitnya tiga alasan utama pasangan memilih hidup bersama tanpa menikah.
Ketiga alasan tersebut adalah beban ekonomi, rumitnya proses perceraian bagi pasangan yang pernah menikah, serta adanya penerimaan sosial di lingkungan sekitar.
"Hasil analisis saya terhadap data dari Pendataan Keluarga 2021 (PK21) milik Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), sebanyak 0,6 persen penduduk Kota Manado melakukan kohabitasi," ujar Yulinda.
Ia menjelaskan, dari total pasangan yang menjalani kohabitasi tersebut, sekitar 1,9 persen sedang hamil saat survei dilakukan.
Selain itu, sebanyak 24,3 persen berusia di bawah 30 tahun, 83,7 persen memiliki tingkat pendidikan SMA atau lebih rendah, 11,6 persen tidak bekerja, dan 53,5 persen bekerja di sektor informal.
JAKARTA Kabar gembira bagi para pemain FC Mobile. EA Sports kembali membagikan sederet kode redeem terbaru yang dapat ditukarkan dengan
ENTERTAINMENT
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pemerintah telah menutup lebih dari 200 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai bagian d
EKONOMI
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengingatkan bahwa perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (A
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintahannya membuka ruang seluasluasnya bagi seluruh masyarakat untuk menyampaikan gag
NASIONAL
MEDAN Tabuhan gendang pakpung yang berpadu dengan petikan gambus Melayu yang dimainkan langsung oleh Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu
SENI DAN BUDAYA
JAKARTA Austria dan Aljazair menjadi dua tim terakhir yang memastikan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026. Kepastian itu diperoleh
OLAHRAGA
DALLAS Timnas Argentina memastikan diri melaju ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 dengan status juara Grup J setelah mengalahkan Yordani
OLAHRAGA
JAKARTA Satuan Tugas (Satgas) Penegakan Hukum Penyelundupan Polri mencatat keberhasilan menyelamatkan potensi kerugian keuangan negara h
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan pemerintah sempat menghentikan ekspor batu bara unt
EKONOMI
JAKARTA Fenomena kumpul kebo atau hidup bersama tanpa ikatan pernikahan semakin banyak menjadi pilihan sebagian anak muda. Pergeseran ca
NASIONAL