Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Oleh:Ali Lubis.
PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah hadir untuk rakyat.
Bukan hanya dalam bentuk janji atau slogan politik, tetapi dalam bentuk menyediakan makanan bergizi yang setiap hari diterima oleh anak-anak sekolah, ibu hamil dan ibu menyusui, yang membutuhkan.
Baca Juga:
Dalam ilmu pemerintahan terdapat konsep Welfare State (Negara Kesejahteraan) yang menjelaskan bahwa negara wajib hadir untuk menjamin kebutuhan dasar rakyat seperti pangan, kesehatan, dan pendidikan.
Semakin besar anggaran yang dialokasikan untuk kesejahteraan masyarakat, semakin tinggi keberpihakan pemerintah kepada rakyat.
Selain itu, terdapat teori Pro-Poor Growth yang menyatakan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari seberapa besar manfaat pembangunan dirasakan oleh masyarakat bawah.
Melalui MBG, Presiden Prabowo menunjukkan bahwa anggaran negara harus kembali kepada rakyat.
Karena itu pemerintah mengalokasikan sekitar Rp335 triliun untuk Program MBG pada tahun 2026.
Anggaran tersebut digunakan untuk menjangkau sekitar 82,9 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Yang menarik, manfaat MBG tidak hanya dirasakan oleh penerima manfaat saja. Program ini juga menjadi mesin penggerak ekonomi rakyat.
Ada sekitar 58.935 UMKM terlibat sebagai pemasok dalam rantai pasok MBG dari 140 ribu pemasok, selain UMKM ada koperasi, BUMDes, petani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha kecil yang mendapatkan manfaat ekonomi dari program ini.
Tidak hanya itu, hingga tahun 2026 MBG juga telah menyerap sekitar 1,28 juta tenaga kerja yang bekerja di dapur-dapur SPPG.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.