BREAKING NEWS
Sabtu, 15 Agustus 2026

Kisah Haru Guru Ngaji Sukarela di Pedalaman Aceh Utara: Bertahun-tahun Tinggal di Rumah Lapuk, Kini Dibedah Danrem

T.Jamaluddin - Kamis, 13 Agustus 2026 21:14 WIB
Kisah Haru Guru Ngaji Sukarela di Pedalaman Aceh Utara: Bertahun-tahun Tinggal di Rumah Lapuk, Kini Dibedah Danrem
Rumahnya yang selama bertahun-tahun nyaris lapuk kini dibedah dan akan dibangun menjadi rumah permanen oleh Danrem 011/Lilawangsa Brigjen TNI Ali Imran. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

ACEH UTARA – Ketulusan Katratunida (28), guru ngaji di pedalaman Aceh Utara, dalam mengajar anak-anak membaca Al-Qur'an tanpa memungut biaya akhirnya mendapat perhatian. Rumahnya yang selama bertahun-tahun nyaris lapuk kini dibedah dan akan dibangun menjadi rumah permanen oleh Danrem 011/Lilawangsa Brigjen TNI Ali Imran.

Katratunida merupakan warga Desa Saweuk, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara. Selama sekitar lima tahun, dia mengajarkan Al-Qur'an kepada puluhan anak di wilayah tersebut secara sukarela.


Baca Juga:

Di tengah aktivitas mengajar, Katratunida bersama suaminya, Khodirun, dan dua anak mereka tinggal di rumah sederhana yang kondisinya memprihatinkan. Rumah tersebut berdinding rapuh dengan atap daun rumbia yang bocor ketika hujan turun.

"Kalau hujan, air langsung masuk. Anak-anak saya sampai bilang, 'Ibu, rumah kita kebanjiran.' Demi menenangkan mereka, saya terpaksa menghibur dan bilang, 'Enggak apa-apa, ayo kita nonton air terjun di dalam rumah.' Padahal, di dalam hati saya menangis," kata Katratunida.

Rumah tersebut juga menjadi tempat Katratunida mengajar sekitar 35 santri. Selain itu, dia membina sekitar 20 remaja untuk mengikuti berbagai perlombaan keagamaan, termasuk Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ).

Karena keterbatasan tempat, kegiatan belajar terkadang harus dilakukan secara bergelombang. Bahkan, sebagian kegiatan terpaksa menumpang di balai desa.

Meski begitu, Katratunida tetap menjalankan aktivitas mengajarnya tanpa memasang tarif. Dia hanya menerima infak sukarela dari orang tua santri apabila ada yang memberikan.


Kesempatan memiliki rumah layak datang ketika sejumlah prajurit TNI melakukan survei jembatan yang rusak akibat banjir di wilayah tersebut. Jembatan itu kini tengah dibangun kembali dalam bentuk jembatan gantung Garuda melalui gotong royong prajurit TNI bersama masyarakat.

Saat melakukan survei, seorang perwira TNI meminta izin melihat kondisi rumah Katratunida hingga ke bagian dapur. Melihat kondisi rumah yang memprihatinkan, perwira tersebut kemudian menyampaikan rencana untuk membangun kembali rumah tersebut.

"Ya sudah, rumah ini kita buat permanen ya, Bu," ucapnya.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Anas Urbaningrum Soroti Tren Survei Kepuasan Pemerintah, Ini 5 Masukannya untuk Prabowo
Enam Tahun Menghilang, Ke Mana Sebenarnya Harun Masiku? KPK Akui Masih Terbebani
Polemik 'Londo Ireng' Prabowo: Saat Wartawan dan LSM Disebut dalam Pidato Presiden
Wakil Wali Kota Tanjungbalai Apresiasi Perjuangan Kafilah MTQ Sumut, Minta Pembinaan Qari dan Qariah Diperkuat
Wakil Bupati Asahan Sambut Kepulangan Kafilah MTQ, Raih Juara Umum V dan Bawa Pulang 24 Piala
Bupati Baharuddin Apresiasi Kafilah Batu Bara, Raih Sederet Prestasi di MTQ ke-40 Sumut 2026
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru