BREAKING NEWS
Minggu, 12 April 2026

Polda NTT Ungkap Korban Dugaan Pencabulan Kapolres Ngada Nonaktif Hanya Satu Orang, Berusia 6 Tahun

- Selasa, 11 Maret 2025 20:18 WIB
Polda NTT Ungkap Korban Dugaan Pencabulan Kapolres Ngada Nonaktif Hanya Satu Orang, Berusia 6 Tahun
Direktur Reskrimum Polda NTT, Kombes Pol Patar Silalahi; didampingi Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, saat memberikan keterangan kepada wartawan di Kupang.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

NTT -Tim penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) mengungkapkan bahwa korban dalam kasus dugaan pencabulan yang melibatkan Kapolres Ngada nonaktif AKBP Fajar Widyadharma Lukman hanya satu orang, yakni seorang anak berusia 6 tahun.

Direktur Reskrimum Polda NTT, Kombes Pol Patar Silalahi, dalam jumpa pers pada Selasa (11/3), menjelaskan bahwa korban dipesan oleh Fajar melalui seorang wanita berinisial F.

Wanita tersebut mencari anak-anak dan menemukan korban, lalu membawanya ke hotel yang sebelumnya sudah dipesan oleh Fajar.

"Korban hanya satu orang, berusia 6 tahun," ujar Patar.

Proses penyelidikan yang dilakukan oleh Polda NTT mengungkap adanya bukti penting berupa fotokopi Surat Izin Mengemudi (SIM) milik Kapolres Ngada nonaktif tersebut yang ditemukan di resepsionis salah satu hotel yang telah dipesan.

"Jadi tidak terbantahkan lagi, adanya fotokopi SIM di resepsionis salah satu hotel tersebut, atas nama FWSL," tambah Patar.

Polda NTT mengonfirmasi bahwa pelaku telah koperatif dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh Mabes Polri, dan mengakui perbuatannya. Meskipun demikian, hingga saat ini Polda NTT belum menetapkan pelaku sebagai tersangka, karena masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap Kapolres Ngada nonaktif tersebut.

Sebelumnya, Plt Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Kupang, Imel Manafe, sempat mengungkapkan bahwa ada tiga anak di bawah umur yang menjadi korban dalam kasus ini, berusia 14 tahun, 12 tahun, dan 3 tahun. Namun, berdasarkan keterangan terbaru dari Polda NTT, saat ini korban yang teridentifikasi baru satu orang.

Kasus ini terus didalami oleh Polda NTT, dan pihak kepolisian meminta masyarakat untuk memberikan dukungan agar kasus ini dapat diproses secara transparan dan adil.

(kp/n14)

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru