Prakiraan Cuaca Bali Hari Ini, Jumat 13 Maret 2026: Sebagian Besar Wilayah Berawan
DENPASAR Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah di Provinsi Bali akan didominasi cuac
NASIONAL
LABUHAN DELI -Sidang kasus penipuan dengan terdakwa Nina Wati kembali digelar pada Rabu (16/4/2025) di Pengadilan Negeri (PN) Labuhan Deli.
Agenda sidang kali ini adalah klarifikasi yang diajukan pihak terdakwa terhadap korban, Afnir, yang disebut mengalami kerugian sebesar Rp 1,3 miliar.
Dalam perkara dengan nomor 1563/Pid.B/2024/PN Lbp tersebut, Nina Wati didakwa melakukan penipuan dengan modus menjanjikan kelulusan masuk Akademi Kepolisian.
Afnir bukan satu-satunya korban; sejumlah orang tua calon siswa TNI juga mengaku menjadi korban penipuan serupa oleh Nina.
Kepala Cabang PN Labuhan Deli, Hamonangan Sidauruk, menyampaikan bahwa klarifikasi semestinya sudah dilakukan pada jadwal sebelumnya, namun tertunda karena terdakwa disebut sakit.
"Jadi besok terdakwa melalui kuasa hukumnya meminta agar dilakukan klarifikasi terhadap korban. Itu yang diupayakan dari pihak kuasa hukum terdakwah," ujar Hamonangan kepada wartawan, Selasa (15/4/2025).
Hamonangan juga membantah adanya anggapan bahwa Nina mendapat perlakuan istimewa dalam proses hukum.
Meski sidang beberapa kali tertunda, menurutnya, terdakwa tetap hadir secara berkala dan pihak pengadilan bahkan telah mengajukan dokter pembanding atas izin sakit terdakwa.
"Dia hadir setiap minggu. Soal kabar ada hal yang ditutupi, itu tidak benar karena semua sidang terbuka untuk umum," tegasnya.
Namun demikian, publik menunjukkan kekhawatiran atas lambatnya proses hukum.
Sidang Nina Wati sebelumnya sempat ditunda sebanyak tujuh kali oleh PN Deli Serdang dengan alasan kesehatan terdakwa.
Bahkan, terdakwa disebut tidak pernah hadir dalam 16 kali jadwal persidangan, memunculkan kecurigaan adanya kongkalikong antara terdakwa dengan aparat penegak hukum.
Kecurigaan itu diperkuat dengan adanya aksi demonstrasi oleh Forum Orang Tua Calon Siswa TNI AD, yang mendesak agar penanganan kasus Nina Wati segera dituntaskan.
Para korban menyuarakan keresahan atas dugaan penggelapan dana dengan modus serupa, yakni janji masuk ke lembaga pendidikan militer.
Publik kini menantikan perkembangan sidang lanjutan, terutama mengenai keseriusan pengadilan dalam mengusut tuntas perkara yang telah mencoreng institusi hukum ini.*
(tm/a008)
DENPASAR Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah di Provinsi Bali akan didominasi cuac
NASIONAL
YOGYAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)
NASIONAL
BANDUNG Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian wilayah di Provinsi Jawa Barat akan mengalami hujan
NASIONAL
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian wilayah di Daerah Khusus Ibukota Jakarta berpotensi
NASIONAL
ACEH Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah di Provinsi Aceh berpotensi mengalami huj
NASIONAL
MEDAN Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah di Provinsi Sumatera Utara berpotensi me
NASIONAL
JAKARTA Bupati Kabupaten Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Pertanian di Jakarta, Kamis (
NASIONAL
SIMALUNGUN Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke127 di Kabupaten Simalungun resmi ditutup Rabu (11/3/2026). Upacara penutupan
NASIONAL
MEDAN Percepatan revitalisasi Stadion Teladan Medan menjadi sorotan publik, seiring peluang Provinsi Sumatera Utara menjadi tuan rumah P
OLAHRAGA
BANDA ACEH Wakapolda Aceh, Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, memimpin apel gelar pasukan Operasi Ketupat Seulawah 2026 di lapangan Mapolda
NASIONAL