
Uya Kuya Sampaikan Permohonan Maaf Tulus untuk Masyarakat Indonesia
JAKARTA Anggota DPR RI, Uya Kuya, kembali mengunggah video permintaan maaf terkait polemik yang melibatkan dirinya beberapa waktu terakhir
NasionalYOGYAKARTA -Jajaran kepolisian berhasil membongkar sindikat peredaran uang palsu pecahan Rp 100 ribu yang beroperasi di wilayah Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman. Sebanyak lima orang tersangka ditangkap dalam kasus ini.
Para pelaku diketahui memperoleh uang palsu dari seseorang di Kalibata, Jakarta Selatan, lalu mengedarkannya di sejumlah lokasi.
Baca Juga:
Penangkapan Berawal dari Laporan Warga
Baca Juga:
Kasus ini mulai terungkap setelah ada laporan dari seorang pemilik toko pakaian di kawasan Mantrijeron, Kota Jogja, yang curiga menerima uang palsu saat transaksi pada 5 April 2025.
"Laporan tanggal 5 April itu, pemilik toko mendapatkan satu lembar uang palsu dari pelaku DP," ujar Kasat Reskrim Polresta Jogja Kompol M P Probo Satrio saat konferensi pers di Mapolda DIY, Kamis (24/4/2025).
Lima Tersangka Ditangkap
Penyelidikan awal mengarah pada pelaku DP (43), warga Kota Jogja, yang ditangkap pada 15 April. Dari DP, polisi menelusuri sumber uang palsu dan menangkap:
RI (40) dan DA (46), warga Kasihan, Bantul.
SKM (52) dan IAS (30), warga Srumbung, Magelang, ditangkap oleh Polsek Turi.
DP mengaku membeli 8 lembar uang palsu seharga Rp 400 ribu dari RI, sementara RI mengakui mendapatkan 13 lembar dari DA seharga Rp 650 ribu.
Uang Palsu Dibeli dari Kalibata, Sebagian Dimusnahkan
Menurut Kompol Probo, tersangka DA membeli uang palsu dari seseorang di Kalibata pada Maret 2025, sebanyak 1.000 lembar pecahan Rp 100 ribu dengan harga Rp 30 juta.
"Dari seribu lembar itu, 900 lembar dimusnahkan karena kualitasnya buruk. Hanya 100 lembar yang diedarkan ke pasar," jelas Probo.
Tindakan cepat dari warga dan kerja sama antar satuan kepolisian berhasil menggagalkan peredaran lebih luas uang palsu yang bisa meresahkan masyarakat.
Polisi masih memburu pemasok utama uang palsu di Kalibata dan terus mendalami jaringan distribusinya.*
(dc/J006)
JAKARTA Anggota DPR RI, Uya Kuya, kembali mengunggah video permintaan maaf terkait polemik yang melibatkan dirinya beberapa waktu terakhir
NasionalJAKARTA Pengamat intelijen dan geopolitik, Amir Hamzah, mengeluarkan pernyataan mengejutkan terkait kondisi politik nasional terkini. Ia m
NasionalTAPSEL Kasus dugaan penganiayaan anak yang terjadi di Kabupaten Tapanuli Selatan kembali mencuat ke publik. Seorang ayah, Adil Syahputra B
Hukum dan KriminalJAKARTA Dalam langkah untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan penting dengan sejumla
NasionalJAKARTA Arus lalu lintas di kawasan Polda Metro Jaya, yang meliputi Jalan Gatot Soebroto hingga Sudirman, Jakarta Selatan, terpantau kemba
NasionalJAKARTA Meskipun fitur live dihentikan, pengguna TikTok masih dapat mengakses konten lainnya seperti video pendek yang tetap bisa diunggah
Sains & TeknologiCIKARANG Akhmad Munir, Direktur Utama Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA, resmi terpilih sebagai Ketua Umum Persatuan Wartawan
NasionalJAKARTA Netizen yang mengunggah foto tersebut menyebut Eko sedang berkeliling membeli barang palsu di China menggunakan uang pajak rakyat
NasionalACEH UTARA Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Korem 011/Lilawangsa untuk pertama kalin
NasionalJAKARTA Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI, Budisatrio Djiwandono, menyatakan bahwa fraksinya menyetujui penghentian tunjangan anggota
Politik