Saksi Ungkap Pesan “DPR Minta Kopi” dari Gus Alex di Sidang Korupsi Haji, Apa Maknanya?
JAKARTA Pemilik Travel Haji dan Umrah Maslahatul Ummah Internasional, Syihabul Mutaqin, mengungkap percakapan WhatsApp dengan mantan sta
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA -Puluhan orang yang tergabung dalam Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Triga Nusantara Indonesia (Trinusa) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Senin siang (5/5), mendesak agar KPK segera memanggil dan menangkap mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.
Dalam orasinya di atas mobil komando, massa Trinusa menyatakan keprihatinannya atas dugaan keterlibatan Ridwan Kamil dalam kasus korupsi markup iklan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (bank bjb) yang terjadi pada periode 2021–2023.
"Hari ini, keluarga besar LSM Trinusa Triga Nusantara tidak tinggal diam. Kehadiran kami di sini merupakan bentuk kepedulian terhadap Jawa Barat agar bank bjb tidak terus diaduk-aduk oleh oknum yang menyalahgunakan uang negara," teriak orator aksi.
Mereka menegaskan bahwa penyidik KPK telah melakukan langkah hukum awal, termasuk menggeledah kediaman Ridwan Kamil di Bandung pada Senin, 10 Maret 2025.
Dari penggeledahan tersebut, KPK menyita sejumlah barang bukti, termasuk satu unit motor Royal Enfield dan satu unit mobil mewah Mercedes Benz milik Ridwan Kamil.
"Ridwan Kamil, barang-barangnya sudah disita. Kami minta KPK jangan tebang pilih. Macan hukum harus bertaring!" lanjut orator tersebut.
Selain rumah pribadi Ridwan Kamil, penyidik juga menggeledah 11 lokasi lainnya dan menyita berbagai barang bukti seperti dokumen, catatan keuangan, aset properti, kendaraan, dan uang dalam bentuk deposito senilai Rp70 miliar.
KPK sendiri telah menetapkan lima orang tersangka dalam kasus ini sejak 27 Februari 2025.
Mereka adalah Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi, Pimpinan Divisi Corsec Widi Hartono, serta tiga pemilik agensi iklan, yaitu Ikin Asikin Dulmanan, Suhendrik, dan Sophan Jaya Kusuma.
Kelima tersangka diduga melakukan kerja sama fiktif serta markup dalam pengadaan dan pembayaran iklan promosi bank bjb, dengan menggunakan sejumlah agensi sebagai perantara.
Modus ini menyebabkan kerugian besar bagi keuangan daerah.
Meski belum menetapkan Ridwan Kamil sebagai tersangka, desakan publik terus menguat agar KPK memperluas penyidikan.
Massa Trinusa menilai keterlibatan mantan Gubernur Jabar perlu ditelusuri lebih dalam, mengingat posisinya sebagai pemegang otoritas tertinggi pemegang saham pengendali bank bjb saat itu.*
(gl/a008)
JAKARTA Pemilik Travel Haji dan Umrah Maslahatul Ummah Internasional, Syihabul Mutaqin, mengungkap percakapan WhatsApp dengan mantan sta
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid unt
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Akademisi sekaligus Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Rocky Gerung menilai koperasi dapat menjadi gerakan ekonomi
EKONOMI
JAKARTA Mahkamah Konstitusi (MK) akan membacakan putusan gugatan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Presiden dan Wakil Presiden 20
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Mahkamah Konstitusi (MK) akan membacakan putusan atas gugatan perselisihan hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2024
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan praktik joki untuk mengerjakan tugas akhir atau skripsi di sejumlah perguruan tingg
PENDIDIKAN
JAKARTA Sekretaris Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie membantah klaim Denny Indrayana yang menyebut Gibran R
POLITIK
BINJAI Puluhan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Binjai, Senin, 5 Oktober 2026. Mereka mendesak Pemerintah K
NASIONAL
MEDAN DPRD Kota Medan menyoroti anggaran belanja Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan yang mencapai lebih dari Rp1,2 triliun dalam Rancan
KESEHATAN
PALANGKARAYA Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) seKalimantan bersama Aliansi Generasi Muda menyampaikan delapan tuntutan kepada pemerintah
NASIONAL