Gempa M6,7 Guncang Sulteng, BNPB Catat 1 Warga Tewas dan Ratusan Terdampak
PALU Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Palu dan sekitarnya di Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026) dan menimbu
PERISTIWA
JAKARTA -Sidang lanjutan dugaan suap dan perintangan penyidikan yang melibatkan Hasto Kristiyanto, Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta pada Kamis (8/5/2025).
Pada agenda persidangan kali ini, jaksa KPK menghadirkan dua saksi, yaitu Kusnadi, staf pribadi Hasto, dan Nurhasan, penjaga rumah aspirasi yang juga berfungsi sebagai kantor Hasto.
"Kusnadi dan Nurhasan," kata jaksa KPK, Takdir Suhan, saat membuka persidangan.
Sidang yang dimulai pada pukul 10.10 WIB ini turut dihadiri oleh sejumlah nama penting, di antaranya istri Hasto, Maria Stefani Ekowati, serta tokoh-tokoh lainnya, seperti Mantan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, Eks Menteri Lingkungan Hidup Sonny Keraf, Ketua DPRD NTT Emelia Julia Nomleni, dan beberapa anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP, termasuk Pulung Agustanto dan Dewi Juliani.
Hasto Kristiyanto didakwa terlibat dalam kasus suap yang berhubungan dengan proses Pergantian Antarwaktu (PAW) anggota DPR.
Dalam perkara tersebut, Hasto diduga menyuap komisioner KPU, Wahyu Setiawan, dengan tujuan agar Harun Masiku, calon anggota DPR, dapat ditetapkan melalui PAW.
Suap yang diduga dilakukan oleh Hasto bersama beberapa pihak lainnya, termasuk Donny Tri Istiqomah, Harun Masiku, dan Saeful Bahri, mencapai nilai Rp 600 juta.
Selain itu, Hasto juga diduga merintangi penyidikan kasus Harun Masiku dengan melakukan sejumlah upaya, seperti mengarahkan saksi-saksi agar tidak memberikan keterangan yang sebenarnya.
Bahkan, saat proses tangkap tangan terhadap Harun Masiku, Hasto memerintahkan Nur Hasan, penjaga rumah aspirasi yang digunakan sebagai kantor Hasto, untuk menghubungi Masiku dan menyuruhnya untuk merendam ponselnya serta melarikan diri.
Pada 6 Juni 2024, empat hari sebelum Hasto diperiksa sebagai saksi terkait kasus Harun Masiku, Hasto juga disebut memerintahkan stafnya, Kusnadi, untuk menenggelamkan ponsel milik Kusnadi agar tidak ditemukan oleh KPK.
Kehadiran saksi-saksi ini diharapkan dapat memberikan bukti penting dalam upaya membongkar rangkaian peristiwa yang melibatkan Hasto dalam kasus dugaan suap dan perintangan penyidikan ini.*
(kp/a008)
PALU Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Palu dan sekitarnya di Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026) dan menimbu
PERISTIWA
JAKARTA Pengamat kebijakan publik Bonatua Silalahi menyampaikan adanya dugaan kejanggalan dalam salinan dokumen ijazah Presiden ke7 RI
POLITIK
Oleh Yakub F. IsmailDALAM beberapa bulan terakhir dunia benarbenar menghadapi badai perang yang begitu dahsyat dampaknya bagi seluruh send
OPINI
JAKARTA Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bersatu menyoroti dugaan keterlibatan kepentingan politik dalam sejumlah aksi mahasiswa
POLITIK
MEDAN Seorang mahasiswa berinisial CS (25) asal Tebing Tinggi, Sumatera Utara, ditangkap petugas di Bandara Internasional Kualanamu sete
HUKUM DAN KRIMINAL
Oleh Rasyid Siddiq, S.H., CDRA., CPLA.DI atas mejameja kekuasaan, angkaangka ekonomi sering menjadi dasar pengambilan kebijakan. Pertumbu
OPINI
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan, meski pemerintah memberlakukan moratoriu
NASIONAL
JAKARTA Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mendorong percepatan pemulihan di wilay
NASIONAL
JAKARTA Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bersatu menyoroti dugaan adanya keterlibatan aktor politik di balik aksi penolakan terha
POLITIK
MEDAN Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kota Binjai menyatakan dukungan kepada David Luther Lubis u
POLITIK