Akrobat Politik KPK di Sumut Menyasar Ondim!
OlehSutrisno PangaribuanKOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar akrobat politik dengan melakukan operasi tangkap tangan (OTT)
OPINI
YOGYAKARTA – Gelombang desakan keadilan untuk mendiang Argo Ericko Achland, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM), terus menggema di media sosial.
Tagar #JusticeForArgo menduduki jajaran trending topik di platform X sejak Sabtu (24/5/2025), pasca Argo tewas ditabrak mobil BMW yang dikemudikan oleh Christiano.
Mirisnya, status tersangka untuk Christiano baru ditetapkan pada Selasa (27/5/2025) atau tiga hari setelah kejadian tragis itu.
Namun publik masih dibuat geram lantaran Christiano tidak langsung ditahan oleh pihak kepolisian.
Lambannya penanganan kasus dan tidak adanya penahanan memunculkan dugaan publik akan adanya "orang kuat" di balik Christiano.
Isu yang beredar menyebut bahwa ayah pelaku, Setia Budi Tarigan, merupakan salah satu petinggi di perusahaan pembiayaan ternama, FIF Group, anak usaha PT Astra International Tbk.
Tak hanya itu, informasi dari akun X @sourrrsall menyebut bahwa Christiano diduga merupakan keponakan seorang menteri berinisial "B".
Bahkan keluarga korban disebut telah ditawari uang Rp1 miliar agar bungkam, namun keluarga menolak tawaran tersebut.
"Dari sebelum jenazah datang, sudah ada dua pengacara. Saat mau dikubur, datang dua lagi," tulis akun tersebut, mengisyaratkan adanya upaya intervensi hukum dari pihak pelaku.
Kasus ini turut menyeret nama besar Universitas Gadjah Mada ke tengah sorotan publik.
Diketahui, baik korban Argo maupun pelaku Christiano adalah mahasiswa UGM.
Dalam pernyataan resmi melalui akun Instagram @law.ugm, Fakultas Hukum UGM menyampaikan belasungkawa dan memastikan akan mengawal proses hukum serta memberikan pendampingan hukum bagi keluarga korban.
"Kami akan terus melakukan komunikasi dengan pihak keluarga untuk kepentingan terbaik bagi korban dan keluarga," ujar Dekan FH UGM, Dublina Hisan, SH, M.Tax, Ph.D.
Sementara itu, publik dan komunitas kampus terus menyuarakan tuntutan agar proses hukum berjalan adil dan transparan, tanpa adanya perlakuan istimewa kepada pelaku yang berasal dari keluarga berada.*
(gl/a008)
OlehSutrisno PangaribuanKOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar akrobat politik dengan melakukan operasi tangkap tangan (OTT)
OPINI
MEDAN Aliansi Solidaritas Driver Medan (ASDM) menolak keras wacana yang mengusulkan pengemudi ojek daring (ojol) dikategorikan sebagai p
NASIONAL
JAKARTA Safari politik Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi) akan berlanjut ke Jawa Tengah setelah rangkaian kunjungan ke sejumlah daera
POLITIK
JAKARTA Rencana Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi) melanjutkan safari politik ke Nusa Tenggara Timur (NTT) usai berkunjung ke Lampung
POLITIK
JAKARTA Babak 32 besar Piala Dunia 2026 resmi berakhir pada Sabtu (4/7/2026) siang WIB. Sebanyak 16 tim kini dipastikan melaju ke babak
OLAHRAGA
KANSAS CITY Timnas Kolombia memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Ghana dengan skor tipis 10 pada l
OLAHRAGA
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bahwa Indonesia berpotensi kehilangan satusatunya es abadi
PERISTIWA
JAKARTA Usulan menaikkan penghasilan kepala daerah kembali menjadi perbincangan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Ope
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Timnas Tanjung Verde (Cabo Verde) memang harus mengakhiri kiprahnya di Piala Dunia 2026 setelah kalah dramatis 23 dari Argentin
OLAHRAGA
JAKARTA Kabar gembira bagi para pemain FC Mobile. EA Sports kembali membagikan sederet kode redeem FC Mobile terbaru yang dapat diklaim
ENTERTAINMENT