Polisi di Makassar Jadi Tersangka Usai Tembak Remaja Saat Bubarkan Tawuran
MAKASSAR Seorang anggota polisi, Iptu N, resmi ditetapkan sebagai tersangka setelah diduga menembak Betrand Eka Prasetyo (18) hingga tew
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN -Ari Faisal Khan alias Obama, warga Jalan Multatuli No. 81 C, Kelurahan Hamdan, Kecamatan Medan Maimun, divonis 14 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan atas kasus kepemilikan dan penjualan narkotika jenis sabu seberat 1 kilogram.
Dalam sidang yang digelar kemarin di Ruang Sidang Cakra 3 PN Medan, Ketua Majelis Hakim, Lenny Megawaty Napitupulu, menjatuhkan hukuman penjara selama 14 tahun serta denda Rp1 miliar kepada terdakwa.
"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Ari Faisal Khan alias Obama oleh karena itu dengan pidana penjara selama 14 tahun," ujar Lenny.
Jika denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan hukuman penjara selama empat bulan. Vonis ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang sebelumnya meminta hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider enam bulan penjara.
Hakim menyatakan vonis didasarkan pada Pasal 114 ayat (2) Jo. Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
Dalam pertimbangan putusan, hakim menyebut perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkoba sebagai hal yang memberatkan.
Namun, Ari Faisal mendapat keringanan karena mengakui perbuatannya, menyesal, bersikap sopan selama persidangan, dan belum pernah dihukum.
Ari Faisal Khan ditangkap oleh anggota Polrestabes Medan pada Sabtu, 7 Desember 2024, sekitar pukul 20.00 WIB di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Kota Bangun, Kecamatan Medan Deli. Saat penangkapan, ia tengah hendak menyerahkan 1 kilogram sabu kepada polisi yang menyamar sebagai pembeli.
Terdakwa mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari Rangga Ferrandy alias Gedong, yang berkasnya dipisah dalam kasus ini.
Hakim memberi waktu tujuh hari kepada Jaksa dan terdakwa untuk mengajukan banding.*
(op/j006)
MAKASSAR Seorang anggota polisi, Iptu N, resmi ditetapkan sebagai tersangka setelah diduga menembak Betrand Eka Prasetyo (18) hingga tew
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Medan menerima kunjungan Safari Ramadan dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) di Mas
NASIONAL
JAKARTA Sidang uji materi Pasal 71 angka 2 UndangUndang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja terkait kuota internet hangus mendadak r
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menerima kunjungan silaturahmi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kakanwi
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Dinas Ketenagakerjaan meluncurkan program Medan Rabu WalkIn Interview (RW), inovasi pertama
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan klarifikasi terkait pernyataannya soal stok bahan ba
EKONOMI
JAKARTA Kuasa hukum mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, Mellisa Anggraini, menyoroti laporan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) t
HUKUM DAN KRIMINAL
CIANJUR Konflik terkait pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan Vil
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menghadirkan forum eksklusif bagi nasabah BTN Prioritas dan BTN Private melalui rang
EKONOMI
MEDAN Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengikuti kegiatan Inisiasi Peningkatan Kapasitas dan Literasi Sinergi Percepatan dan Perluasan Digi
PEMERINTAHAN