34 Tahun di Pencak Silat, Prabowo Lepas Jabatan Ketum IPSI Demi Fokus Jadi Presiden
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengenang perjalanan panjangnya di dunia pencak silat yang telah dijalani selama 34 tahun.Hal itu disamp
NASIONAL
MEDAN -Sidang dugaan praktik suap dalam perekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Langkat kembali mengungkap fakta mengejutkan.
Kali ini, ahli digital forensik membeberkan isi percakapan antara Kepala SDN 055975 Pancur Ido, Awaluddin, dengan mantan Kepala Dinas Pendidikan Langkat, Saiful Abdi, yang diduga kuat membahas pengaturan seleksi PPPK.
Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Medan, Selasa (24/6/2025), ahli forensik digital Roy Teno Siburian yang dihadirkan sebagai saksi oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), mengungkap hasil kloning ponsel kedua terdakwa.
"Ada bentuk panggilan suara dan chat yang cukup intens. Total ada 15 panggilan telepon dan 62 pesan yang terekam antara Awaluddin dan Saiful Abdi," kata Roy di hadapan majelis hakim.
Komunikasi tersebut berlangsung sejak 18 September 2023 hingga terakhir pada 30 Januari 2024. Salah satu isi pesan bahkan menyebutkan seorang guru honorer yang ikut program PPPK dipanggil penyidik Tipikor Polres Langkat.
"Assalamualaikum, Pak Serly salah satu guru honorer yang saya bawak dipanggil Tipikor Langkat!" tulis Awaluddin kepada Saiful dalam sebuah pesan.
Fakta lain mencuat saat Awaluddin memberikan kesaksian bahwa Kepala Seksi Kesiswaan SD, Alek Sander, memintanya tidak menyebut nama-nama pejabat dalam pemeriksaan awal. Akibat tekanan tersebut, ia mengubah keterangannya dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).
Namun, setelah ditetapkan sebagai tersangka dan diperiksa oleh Polda Sumut, Awaluddin memutuskan untuk membuka seluruh keterangan yang sebenarnya.
"Ya, (keterangan berubah) karena permintaan Alek agar dia tidak dilibatkan. Tapi setelah saya jadi tersangka, saya kasih semua yang sebenarnya," ujarnya.
Awaluddin juga mengakui dirinya diminta Alek untuk mencari guru honorer yang bersedia membayar agar bisa lulus PPPK. Dari 33 orang yang dia kumpulkan, hanya 11 yang akhirnya lulus.
Ia menyebut besaran uang bervariasi, antara Rp 10 juta hingga Rp 80 juta per guru, dan uang tersebut diserahkan kepada Alek, yang disebut sebagai "orang kepercayaan Kadis".
"Saya antar uang sekitar 10 kali, ada yang saya bawa langsung ke rumah Alek, ada yang dia jemput sendiri. Katanya, uang disetor ke Kadis," kata Awaluddin.
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengenang perjalanan panjangnya di dunia pencak silat yang telah dijalani selama 34 tahun.Hal itu disamp
NASIONAL
TOBA Seorang mahasiswa Universitas Katolik (Unika) Medan dilaporkan tenggelam saat berenang di Air Terjun Situmurun, Kecamatan Lumbanjulu,
PERISTIWA
DELI SERDANG Pereli senior Sumatera Utara Musa Rajekshah atau yang akrab disapa Ijeck ikut ambil bagian dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas
OLAHRAGA
MANADO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan LPG subsidi tidak akan
EKONOMI
JAKARTA Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi peningkatan titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
NASIONAL
JAKARTA Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyatakan dukungan penuh terhadap Sugiono yang terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besa
OLAHRAGA
MEDAN PSMS Medan kembali menelan kekalahan usai takluk 01 dari Garudayaksa FC dalam lanjutan Pegadaian Championship 2025/2026. Ironisnya,
OLAHRAGA
JAKARTA Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera memastikan pemutakhiran data penerima hunian sem
NASIONAL
PEKANBARU Ratusan warga di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, mengamuk dan membakar sebuah rumah serta empat sepeda motor yang diduga mi
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat telah melakukan 10 operasi tangkap tangan (OTT) sepanjang Januari hingga 11 April 2026
NASIONAL