Negosiasi Iran-AS Nyaris Deal, Gagal Usai Ancaman Trump Blokade Selat Hormuz
JAKARTA Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengungkapkan bahwa negosiasi tingkat tinggi antara Iran dan Amerika Serikat berlangsu
INTERNASIONAL
MEDAN - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan dugaan suap proyek pembangunan jalan di Sumatera Utara.
Terbaru, tim penyidik KPK menggeledah rumah dinas mantan Kepala Dinas PUPR Sumut, Topan Obaja Putra Ginting, yang berlokasi di Jalan Busi, Kota Medan, Selasa sore (1/7/2025).
Penggeledahan dilakukan menyusul operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar pekan lalu, dan menjadi perhatian publik. Tiga unit mobil yang membawa tim KPK tiba di lokasi sekitar pukul 15.30 WIB, dikawal aparat kepolisian bersenjata lengkap. Begitu memasuki area rumah, gerbang langsung ditutup rapat dan dijaga ketat oleh petugas keamanan.
Pantauan di lokasi, penggeledahan ini menarik perhatian warga. Banyak yang menghentikan kendaraan untuk melihat langsung proses tersebut dari luar pagar. Beberapa warga bahkan merekam kejadian menggunakan ponsel.
"Sudah digaji negara besar-besar pun masih korupsi juga. Awak aja kerja mesti kehujanan," celetuk salah satu warga yang melintas.
Rumah dinas yang digeledah diketahui juga pernah berfungsi sebagai kantor sementara Topan Ginting saat masih menjabat sebagai Kadis PUPR Sumut. Ini menjadi lokasi kedua yang digeledah KPK pada hari yang sama, setelah sebelumnya tim penyidik menyasar kantor Dinas PUPR Sumut di Jalan Sakti Lubis, Medan.
Sementara itu, identitas dan keterlibatan Topan Ginting dalam perkara dugaan suap proyek pembangunan jalan masih menjadi bagian dari penyelidikan lebih lanjut oleh KPK. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari lembaga antirasuah mengenai status hukum Topan.
Akses media dibatasi. Awak media hanya diizinkan meliput dari luar pagar rumah dinas, tanpa bisa mendekat lebih jauh ke dalam lokasi penggeledahan. Kegiatan penyisiran dokumen dan barang bukti oleh tim KPK masih berlangsung hingga menjelang malam.
Kasus ini sendiri mencuat ke publik setelah KPK melakukan OTT terhadap sejumlah pejabat dan pihak swasta terkait proyek infrastruktur jalan di Sumut yang diduga sarat praktik suap dan gratifikasi.*
(h/j006)
JAKARTA Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengungkapkan bahwa negosiasi tingkat tinggi antara Iran dan Amerika Serikat berlangsu
INTERNASIONAL
OlehHabiburokhmanPERNYATAAN Sekretaris Kabinet Letnan Kolonel Teddy Indrawijaya bahwa ada fenomena inflasi pengamat ada benarnya. Banyak se
OPINI
SINGAPURA Harga minyak mentah dunia melonjak tajam pada perdagangan Asia, Senin (13/4/2026), seiring meningkatnya ketegangan geopolitik
EKONOMI
JAKARTA Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan Angkatan Laut AS untuk memulai blokade di Selat Hormuz setelah negosiasi den
INTERNASIONAL
JAKARTA Presiden RI Prabowo Subianto bertolak menuju Moskow, Rusia, pada Minggu malam (12/4/2026). Kunjungan tersebut dilakukan dalam ra
NASIONAL
MEDAN Kebakaran hebat melanda sebuah gudang angkutan ekspedisi di Jalan Jati, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, Minggu (13/4/2026) si
PERISTIWA
BANDA ACEH Ketua Staf Ahli TPPKK Aceh, Mukarramah Fadhlullah, mengajak kader PKK untuk mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan rumah seba
PEMERINTAHAN
KABAR IMIPAS Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menegaskan komitmen penguatan pengawasan terhadap potensi peredaran n
NASIONAL
MANDAILING NATAL Maraknya peredaran narkotika di wilayah Mandailing Natal dinilai menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi muda.
HUKUM DAN KRIMINAL
SUKABUMI Siswa Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Setukpa Lemdiklat Polri Angkatan 55 Tahun Anggaran 2026 menggelar kegiatan bakti sosial (b
NASIONAL