Pengungsi Bencana Tandihat di Huntara: Nyaman Tapi Rindu Rumah Sendiri
TAPSEL Sejumlah warga Desa Tandihat, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, menyatakan merasa n
NASIONAL
BLITAR - Dunia pendidikan kembali tercoreng dengan peristiwa kekerasan antarsiswa. Seorang siswa kelas 7 (WV, 12 tahun) di SMPN Doko, Kabupaten Blitar, menjadi korban penganiayaan oleh puluhan kakak kelasnya saat kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Jumat (18/7), sekitar pukul 08.00 WIB.
Kasat Reskrim Polres Blitar, AKP Momon Suwito Pratomo, menjelaskan, kejadian berlangsung di belakang kamar mandi sekolah. Dari hasil penyelidikan, aksi pengeroyokan diduga dilakukan oleh 14 siswa lintas angkatan dari kelas 7 hingga 9.
"Korban awalnya dipanggil kakak kelas, lalu diajak ke area belakang kamar mandi. Di sana sudah ada sekitar 20 siswa lain yang mulai mengolok-olok secara verbal," ujar Momon, Senin (21/7).
Situasi memburuk ketika seorang siswa kelas 8 berinisial NTN memulai kekerasan fisik dengan menampar dan menendang korban. Aksi ini memicu siswa lain ikut mengeroyok WV secara brutal.
Korban Trauma dan Diancam Bungkam
Usai insiden, korban sempat kembali ke kelas dalam kondisi terguncang secara fisik dan psikis. Salah satu pelaku bahkan mengancam WV agar tidak melaporkan kejadian itu.
Namun, karena trauma yang berat, WV akhirnya menceritakan kejadian itu kepada orang tuanya setelah pulang sekolah. Sang orang tua langsung melapor ke Polres Blitar.
Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan saksi, dan visum medis. Hasilnya, korban mengalami luka di siku kanan, nyeri kepala belakang, dan nyeri dada.
Motif Diduga Balas Dendam & Bullying Beruntun
Menurut polisi, motif awal penganiayaan diduga berkaitan dengan aksi saling perundungan antarsiswa yang sebelumnya terjadi secara verbal, lalu berkembang menjadi aksi balas dendam secara fisik saat MPLS.
"Pelaku dan korban masih di bawah umur, maka kami akan tangani secara komprehensif dan lintas lembaga," tambah Momon.
Polres Blitar telah berkoordinasi dengan Dinas PPA, Dinas Pendidikan, dan Dinas Sosial Kabupaten Blitar dalam penanganan lebih lanjut, termasuk kemungkinan pendampingan psikologis.
Upaya Mediasi Sekolah Masih Buntu
Pihak SMPN Doko telah melakukan upaya mediasi dengan orang tua kedua belah pihak dan perangkat desa pada Sabtu (19/7). Namun, belum ada titik temu atau kesepakatan damai. Mediasi lanjutan dijadwalkan pada Senin (21/7).
Kapolres Blitar: Kekerasan Tidak Bisa Ditoleransi
Kapolres Blitar, AKBP Arif Fazlurrahman, mengecam keras aksi kekerasan tersebut.
"Bullying dalam bentuk apa pun tidak bisa dibenarkan. Sekolah seharusnya jadi tempat aman bagi anak-anak. Kami mendorong pendidikan karakter diperkuat sejak dini, dan program sosialisasi akan kami laksanakan agar siswa memahami dampak kekerasan secara utuh."*
(kp/j006)
TAPSEL Sejumlah warga Desa Tandihat, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, menyatakan merasa n
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan menegaskan tahun 2026 sebagai momentum penguatan sistem hubungan industrial nasional. Langkah ini be
EKONOMI
PADANGSIDIMPUAN Kementerian Sosial Republik Indonesia menyalurkan bantuan Jaminan Hidup bagi warga terdampak bencana banjir dan tanah lo
NASIONAL
JAKARTA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menilai tuntutan hukuman mati bagi anak buah kapal (ABK) asal Medan, Fandi Ramadh
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Dengan suara bergetar dan mata berkacakaca, ibunda Fandi Ramadhan, Nirwana, menyampaikan permohonan penuh haru agar putranya di
HUKUM DAN KRIMINAL
TAPSEL Bank Rakyat Indonesia (BRI) menyalurkan bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) kepada 418 warga Desa Hutagodang, Kecamatan Batangtoru,
EKONOMI
MEDAN Pada malam ke3 bulan suci Ramadhan, Ustad Jumana Farid menekankan pentingnya sholat sebagai tiang agama dalam tausyiah singkat ya
AGAMA
JAKARTA Biaya politik yang tinggi disebut sebagai salah satu akar persoalan korupsi di Indonesia. Direktur Indonesia Political Review (I
POLITIK
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS, Nasir Djamil, menilai pengakuan Presiden ke7 RI, Joko Widodo (Jokowi), yang menyatak
POLITIK
JAKARTA Terdakwa kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina, Muhammad Kerry Adrianto Riza, mengungkit
HUKUM DAN KRIMINAL