MEDAN - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional (Divre) I Sumatera Utara mencatat telah mengamankan 14 pelaku pencurian aset perkeretaapian sepanjang periode Januari hingga Juni 2025.
Aksi pencurian ini menyasar berbagai aset penting yang dapat mengganggu keselamatan perjalanan kereta.
"Hingga pertengahan tahun 2025, sudah ada 14 orang pelaku pencurian yang sudah ditangkap," ungkap Manager Humas KAI Divre I Sumut, M As'ad Habibuddin, kepada wartawan, Sabtu (26/7/2025).
Meski belum merinci total kerugian secara keseluruhan, As'ad menyebut bahwa beberapa aksi pencurian sebelumnya menimbulkan kerugian material cukup besar.
Pada 26 April 2025, KAI menangkap pelaku pencurian kabel sinyal dan telekomunikasi di KM 0+400 petak jalur Stasiun Medan – Stasiun Pulo Brayan. Akibat aksi ini, perusahaan merugi sekitar Rp3 juta.
Selanjutnya, pada 30 Juni 2025, pencurian besi penahan batu balas terjadi di KM 30+200/300 jalur Stasiun Teluk Dalam – Stasiun Pulu Raja. Kerugian kali ini lebih besar, mencapai sekitar Rp47,25 juta.
Terbaru, dua pelaku pencurian besi rel berhasil diamankan di area gudang Bama emplasemen Stasiun Pulo Brayan pada 17 Juli 2025 malam. Para pelaku diduga memukul dan memotong rel menggunakan alat berat.
Atas maraknya kasus pencurian ini, KAI Sumut mengimbau masyarakat untuk aktif membantu menjaga aset dan fasilitas kereta api.
"Kami mengimbau masyarakat turut menjaga keamanan aset kereta api, demi keselamatan dan kenyamanan bersama. Kerja sama masyarakat sangat penting untuk mendukung perjalanan yang selamat," tegas As'ad.
KAI menyatakan akan terus bekerja sama dengan aparat kepolisian dan komunitas sekitar jalur kereta untuk mencegah aksi serupa terulang di masa mendatang.*
(ms/j006)
Editor
:
Belasan Pencuri Aset Kereta Api Diamankan di Sumut, KAI Imbau Warga Jaga Keamanan Jalur Rel