Sita 105,9 Hektare Sawit Ilegal di Suaka Margasatwa Langkat, Kejati Sumut Siap Serahkan ke BKSDA
MEDAN Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) menyiapkan eksekusi aset tanah seluas 105,9 hektare di kawasan Suaka Margasatwa Karan
NASIONAL
JAKARTA – Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Abdullah Latopada mengingatkan seluruh pengurus dan warga NU untuk berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan publik yang mengatasnamakan organisasi. Pernyataan ini ia sampaikan menanggapi sebuah pernyataan yang dianggap tendensius yang menyerang Polri.
Dalam keterangan tertulis yang diterima pada Minggu (26/1), Latopada mengungkapkan bahwa setiap individu boleh menyampaikan opini pribadi, namun tidak boleh sembarangan membawa nama besar NU untuk mendukung pendapat tersebut. Ia menegaskan bahwa NU adalah jamiyah yang sangat besar dan memiliki banyak ulama, sehingga harus berhati-hati dalam menyampaikan statemen ke publik.
“Silakan beropini, tapi jangan tendensius apalagi membawa-bawa NU. Jamiyah ini sangat besar dan banyak ulama di dalamnya,” kata Latopada. Pernyataan tersebut merupakan tanggapan atas komentar yang disampaikan oleh Adlin Panjaitan, yang mengaku sebagai kader muda NU dan menyerang Polri.
Latopada menegaskan bahwa hubungan antara NU dan Polri selama ini sangat baik. Bahkan, dalam banyak kesempatan, jajaran Polri di daerah selalu bersinergi dengan pengurus NU, termasuk Kapolri yang memiliki hubungan baik dengan organisasi Islam terbesar ini. Ia menilai pernyataan Adlin yang menyerang Polri sebagai sesuatu yang sangat tendensius dan tidak mencerminkan sikap NU secara keseluruhan.
“Saya sangat menyayangkan jika ada orang yang mengaku NU dan tiba-tiba menyerang Polri. Di PBNU, setiap pernyataan yang akan disampaikan ke publik selalu dibahas dalam rapat dulu. Tidak asal komentar karena organisasi ini sangat besar dan harus hati-hati berkomentar,” ujarnya.
Latopada menutup dengan menekankan pentingnya menjaga hubungan baik dan sinergi antara NU dengan Polri, yang selama ini berjalan lancar, bahkan di tingkat ranting dan pesantren yang banyak bekerja sama dengan pihak kepolisian.(dtk)
(christie)
MEDAN Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) menyiapkan eksekusi aset tanah seluas 105,9 hektare di kawasan Suaka Margasatwa Karan
NASIONAL
MEDAN Keluarga almarhum Winda Lorenza Gowasa mempertanyakan hasil investigasi Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) terkait kematian mant
HUKUM DAN KRIMINAL
BOGOR Kuasa hukum Ferdy Sambo membantah tudingan bahwa kliennya menikmati fasilitas khusus atau mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupat
NASIONAL
BOGOR Kondisi sejumlah bangunan di lingkungan Lapas Kelas IIA Cibinong, Bogor, berubah saat dilakukan inspeksi mendadak (sidak) ulang oleh
NASIONAL
MEDAN Pemerintah Kabupaten Batu Bara menyatakan siap mendukung kemajuan ekonomi daerah dengan memberikan kemudahan investasi. Salah satu p
EKONOMI
MEDAN Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) mendorong digitalisasi pengelolaan keuangan daerah melalui penerapan Cash Managem
PEMERINTAHAN
LABUSEL Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) melalui Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Ralikul Rahman menghadiri exit
PEMERINTAHAN
KISARAN Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin menerima audiensi Panitia Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Kabupaten Asahan Tahu
PEMERINTAHAN
BERAU Tim Satuan Tugas Intelijen Reformasi dan Inovasi (Satgas SIRI) Kejaksaan Agung bersama Kejaksaan Negeri Berau mengamankan Joko Supri
HUKUM DAN KRIMINAL
BUNYU PT Pertamina EP (PEP) Bunyu Field bersama PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Nunukan Company mendorong masyarakat menjadi garda terdepan
PERISTIWA