BREAKING NEWS
Senin, 02 Februari 2026

Misteri Kematian Prada Lucky Chepril Mulai Terungkap, Empat Anggota TNI Diamankan Polisi Militer

Adelia Syafitri - Jumat, 08 Agustus 2025 18:15 WIB
Misteri Kematian Prada Lucky Chepril Mulai Terungkap, Empat Anggota TNI Diamankan Polisi Militer
Prada Lucky Chepril Saputra Namo semasa hidup. (foto: ann_kristiani_/ig)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

NTT — Kasus meninggalnya Prada Lucky Chepril Saputra Namo, prajurit Batalyon TP 834/WM, mulai menunjukkan titik terang.

Setelah menjalani perawatan intensif selama lima hari di RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Prada Lucky dinyatakan meninggal dunia pada Rabu pagi, 6 Agustus 2025, dalam kondisi tubuh yang penuh luka.

Hasil penyelidikan awal menyebutkan bahwa empat anggota TNI AD berpangkat Prajurit Satu (Pratu) diduga kuat terlibat dalam insiden kekerasan yang menyebabkan meninggalnya almarhum.

Keempatnya telah diserahkan kepada Polisi Militer di Ende untuk proses hukum lebih lanjut.

"Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan awal, kami mengidentifikasi empat anggota yang diduga melakukan pemukulan terhadap almarhum. Mereka telah kami serahkan untuk penanganan lebih lanjut oleh Polisi Militer," ujar Komandan Kompi C Yonif TP 834/WM, Lettu Inf Rahmat, Jumat (8/8/2025).

Lettu Rahmat menegaskan bahwa proses penanganan perkara ini tidak akan berhenti di permukaan, dan akan terus berlanjut di bawah arahan pimpinan TNI AD.

Ia juga memastikan bahwa satuan bersikap terbuka terhadap proses hukum, dengan harapan seluruh fakta bisa terungkap secara adil dan transparan.

"Kami mendukung sepenuhnya langkah hukum agar kejadian ini bisa disikapi dengan serius. Keadilan untuk almarhum dan keluarganya adalah prioritas," imbuhnya.

Kabar duka atas kepergian Prada Lucky membawa luka mendalam bagi keluarga.

Kedua orang tuanya, Sefriana Pauwina dan Serma Christian Namo, mengaku terpukul melihat kondisi anak mereka yang dinilai tidak wajar.

Jenazah Prada Lucky disebut mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuh, termasuk kaki.

Sang ayah, Serma Christian Namo, yang juga anggota TNI aktif, menyuarakan harapan agar kasus ini diproses secara transparan dan tidak ditutup-tutupi.

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru