Soal Foto Jimmy Masrin Hingga Kulkas Wiski di Lapas Cibinong, Dirjen PAS Buka Suara di DPR
JAKARTA Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Mashudi menjelaskan alasan foto terpidana ka
NASIONAL
JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dalam proses penyelidikan dan penindakan terhadap kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).
Kasus ini telah menyeret Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer, sebagai salah satu dari 11 tersangka yang ditetapkan oleh KPK.
Ketua KPK, Setyo Budiyanto, menyampaikan bahwa kerja sama dengan PPATK sangat penting untuk menelusuri aliran dana dalam perkara ini.
Informasi dari PPATK memudahkan KPK dalam memetakan penerima dana dan pola transaksi keuangan yang mencurigakan.
"PPATK telah memberikan informasi terkait aliran transaksi dalam rekening. Dengan begitu, proses penelusuran menjadi lebih mudah dan cepat," ujar Setyo dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (22/8/2025).
OTT Berawal dari Laporan PPATK
Sementara itu, Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengungkapkan bahwa operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK terhadap para tersangka merupakan tindak lanjut dari data awal yang diterima dari PPATK.
"Informasi dari PPATK menjadi pintu masuk bagi kami untuk melakukan OTT. Ini adalah hasil kerja sama antarlembaga yang solid," ujarnya.
Selain Immanuel Ebenezer, sejumlah pejabat di lingkungan Ditjen Bina K3 Kemenaker dan pihak swasta juga ditetapkan sebagai tersangka. Mereka antara lain:
1. Irvian Bobby Mahendro – Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personil K3
2. Gerry Aditya Herwanto Putra – Koordinator Bidang Pengujian dan Evaluasi Kompetensi Keselamatan Kerja
3. Subhan – Sub Koordinator Keselamatan Kerja
4. Anita Kusumawati – Sub Koordinator Kemitraan dan Personel Kesehatan Kerja
5. Fahrurozi – Direktur Binwasnaker dan K3
6. Hery Sutanto – Direktur Bina Kelembagaan
7. Sekarsari Kartika Putri – Sub Koordinator
8. Supriadi – Koordinator
9. Temurila dan Miki Mahfud – Pihak dari PT KEM Indonesia
Kesebelas tersangka diduga melanggar Pasal 12 huruf (e) dan/atau Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP dan Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Dalam perkara ini, KPK menyita sejumlah barang bukti, termasuk uang tunai dalam berbagai pecahan serta 22 unit kendaraan.
Pemeriksaan terhadap para tersangka akan terus berlanjut dalam upaya penegakan hukum yang transparan dan akuntabel.*
(tt/a008)
JAKARTA Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Mashudi menjelaskan alasan foto terpidana ka
NASIONAL
JAKARTA Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Plt Dirjenpas) Mashudi mengatakan Ferdy Sambo menjadi salah satu warga binaan ya
NASIONAL
JAKARTA Ombudsman Republik Indonesia (ORI) tidak hadir dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi XIII DPR RI yang membahas temuan fasilitas
NASIONAL
MEDAN Kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatera Utara pada Senin (28/9/2026) tercatat berada dalam kategori sedang berdasarkan indeks kua
KESEHATAN
TAPTENG Banjir kembali melanda Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah te
PERISTIWA
JAKARTA Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong Wisnu Hani Putanto tetap menghadiri rapat Komisi XIII DPR RI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Seni
NASIONAL
BANDA ACEH Satreskrim Polresta Banda Aceh menangkap dua pria berinisial MR alias Cek (20) dan FS (32) yang diduga terlibat penggelapan sep
HUKUM DAN KRIMINAL
ACEH BESAR Mahasiswa Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati Aceh, Muhammad Rasya Fadilla (18), meninggal dunia di RSUD Zainoel Abidin
PERISTIWA
MEDAN Polisi menggagalkan peredaran 150 kilogram narkotika jenis sabu dari jaringan internasional yang diduga berasal dari Malaysia. Sabu t
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Timnas Indonesia akan menghadapi Malaysia pada matchday kedua Grup A Divisi 1 FIFA ASEAN Cup 2026, Senin (28/9/2026) malam. Pertan
OLAHRAGA