BREAKING NEWS
Sabtu, 11 April 2026

Jaksa Agung Ancam Geser Kajati dan Kajari yang Malas Tangani Perkara: Saya Cari yang Punya Otak!

Raman Krisna - Selasa, 16 September 2025 22:07 WIB
Jaksa Agung Ancam Geser Kajati dan Kajari yang Malas Tangani Perkara: Saya Cari yang Punya Otak!
Jaksa Agung ST Burhanuddin. (foto: Dok. Kejaksaan RI)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
DENPASAR Jaksa Agung ST Burhanuddin mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) yang dinilai tidak optimal dalam penanganan perkara pidana khusus.

Ia menegaskan bahwa evaluasi menyeluruh akan dilakukan, bahkan siap mengganti pimpinan kejaksaan yang hanya menangani perkara dalam jumlah minim.

Pernyataan tersebut disampaikan Burhanuddin saat melakukan kunjungan kerja ke Kejati Bali, Selasa (16/9/2025).

Baca Juga:
Ia dibuat terkejut saat mendengar laporan Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Bali yang menyebut hanya menangani tiga perkara sepanjang tahun 2025.

"Innalillahi, hanya tiga saja (perkaranya)," ujar Burhanuddin dengan nada kecewa di hadapan jajaran Kejati Bali.

Dalam kesempatan itu, Burhanuddin menegaskan akan menggeser bahkan menurunkan jabatan Kajati atau Kajari yang tidak menunjukkan kinerja memuaskan.

Ia menyindir bahwa rotasi tidak akan berdasarkan empati, tetapi sepenuhnya atas dasar prestasi dan integritas.

"Kajari yang hanya menangani tiga perkara pidana khusus akan digeser tanpa peringatan. Bahkan bisa diturunkan jadi asisten barang bukti," tegasnya.

"Saya mencari Kajari yang punya otak, bukan yang bloon atau hanya pikirannya duit," imbuhnya lantang.

Jaksa Agung juga menekankan bahwa dengan lebih dari 1.300 jaksa berpangkat IIIA di seluruh Indonesia, seharusnya tidak sulit menemukan figur-figur profesional dan berintegritas untuk menduduki posisi strategis di institusi adhyaksa.

Burhanuddin menyindir bahwa selama ini banyak usulan rotasi jabatan di lingkungan kejaksaan dilakukan hanya berdasarkan koneksi atau empati, bukan rekam jejak dan kinerja.

"Setiap Kajati-Kajari mau pindah, puluhan orang diusulkan. Tapi itu karena empati, bukan karena prestasi," sindirnya.

Meski menyampaikan kritik, Burhanuddin memberikan apresiasi kepada jaksa-jaksa asal Bali yang dinilainya banyak menempati posisi kepala kejaksaan di berbagai daerah.

"Kajari di seluruh Indonesia, terbanyak itu orang Bali," ujarnya sambil tersenyum.

Langkah tegas ini menunjukkan komitmen Jaksa Agung dalam memperbaiki kinerja internal kejaksaan, khususnya dalam penguatan penegakan hukum di bidang tindak pidana khusus.

Ia ingin lembaga Adhyaksa dipimpin oleh figur yang berwawasan, berprestasi, dan menjaga marwah institusi.

"Saya ingin mencari manusia yang Adhyaksa, pintar dan berintegritas," tutup Burhanuddin.*

(d/a008)

Editor
:
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Kenapa Pelaku Penculikan Kacab Bank Tidak Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana?
Polres Metro Jakarta Timur Berhasil Bongkar Sindikat Curanmor, 5 Pelaku Diamankan Termasuk Anak di Bawah Umur
Dr. Taqwaddin Dorong MAA Inisiasi Qanun Pidana Adat Sesuai KUHP Nasional 2026
Cemburu Buta, Pria di Ciracas Tega Habisi Nyawa Kekasih Sendiri
Perkuat Pengawasan Dana Desa, Kajati Kepri Kunjungi Cabjari Moro dan Sosialisasikan Pendampingan Hukum
Minta Uang Parkir Bulanan dan Ancam Warga, Petugas Parkir di Medan Kini Diseret ke Pengadilan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru