BREAKING NEWS
Kamis, 11 Juni 2026

Prabowo Kaget Ekonomi RI Tumbuh 35 Persen, Tapi Kemiskinan Justru Naik: Saya Seperti Dipukul di Ulu Hati

Nurul - Rabu, 20 Mei 2026 11:57 WIB
Prabowo Kaget Ekonomi RI Tumbuh 35 Persen, Tapi Kemiskinan Justru Naik: Saya Seperti Dipukul di Ulu Hati
Presiden Prabowo Subianto di Rapat Paripurna DPR RI terkait Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026). (foto: Setpres/yt)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menyoroti paradoks pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dinilai belum sepenuhnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dalam pidatonya di Rapat Paripurna DPR RI terkait Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026), Prabowo mengaku prihatin setelah mempelajari data ekonomi nasional beberapa pekan usai dilantik menjadi presiden.

Menurut Prabowo, selama tujuh tahun terakhir Indonesia mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi rata-rata sekitar 5 persen per tahun.

Baca Juga:

Secara akumulatif, pertumbuhan tersebut berarti ekonomi nasional meningkat sekitar 35 persen.

Namun, di tengah kenaikan itu, jumlah masyarakat miskin justru disebut bertambah, sementara kelompok kelas menengah mengalami penyusutan.

"Harusnya kita tambah kaya 35 persen. Tapi apa yang terjadi? Saya merasa setelah saya menerima data-data ini, beberapa minggu setelah saya jadi presiden, saya merasa seolah saya dipukul di ulu hati saya," ujar Prabowo.

Ia menyebut kondisi tersebut sebagai persoalan serius yang harus dijawab secara ilmiah dan berbasis data.

Karena itu, Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa, mulai dari parlemen, partai politik, akademisi, hingga organisasi masyarakat untuk mengkaji akar persoalan ekonomi nasional.

"7 tahun kali 5 persen, 35 persen ekonomi kita tumbuh, tapi rakyat kita yang miskin tambah. Yang kelas menengah turun," katanya.

Prabowo menilai terdapat persoalan mendasar dalam arah pembangunan ekonomi yang selama ini dijalankan.

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi semestinya mampu memperluas kesejahteraan masyarakat dan memperkecil kelompok rentan.

"Jawaban harus ilmiah, matematis. Dan menurut saya jawabannya adalah kemungkinan besar sistem perekonomian yang kita jalankan berada pada trajektori yang tidak tepat," ujar Prabowo.

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Prabowo Wajibkan Ekspor Minyak Sawit dan Batu Bara Lewat BUMN, Devisa Rp1.100 Triliun Jadi Sorotan
Prabowo: APBN Bukan Sekadar Dokumen, Melainkan Alat Melindungi Rakyat
Prabowo Target Bangun 5.000 Desa Nelayan dalam Tiga Tahun, Janjikan Cold Storage dan SPBU Khusus
Wali Kota Medan Pimpin Harkitnas ke-118, Tekankan Perlindungan Generasi Muda di Ruang Digital
Polda Aceh Peringati Harkitnas ke-118, Tekankan Penguatan Generasi Muda di Era Digital
Realisasi Belanja Pemerintah Tembus Rp826 Triliun hingga April 2026, Ditopang MBG dan Bansos
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru