BREAKING NEWS
Senin, 08 Juni 2026

Wartawan Dikeroyok Debt Collector di Labuhanbatu, Polisi Amankan Dua Pelaku

- Sabtu, 20 September 2025 22:03 WIB
Wartawan Dikeroyok Debt Collector di Labuhanbatu, Polisi Amankan Dua Pelaku
Tangkapan layar video sejumlah debt collector mengeroyok wartawan di Labuhanbatu. (Foto: Dok. Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
LABUHANBATU – Sebuah video yang memperlihatkan aksi pengeroyokan terhadap dua orang wartawan oleh sejumlah debt collector viral di media sosial.

Peristiwa tersebut disebut terjadi di kawasan Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, dan menuai kecaman publik.

Dalam video yang viral, tampak belasan orang secara brutal menganiaya dua pria di pinggir jalan, tepat di depan sebuah toko furnitur.

Baca Juga:
Korban diduga adalah wartawan lokal yang saat itu sedang mencoba mencegah aksi penyitaan kendaraan bermotor yang dilakukan oleh kelompok debt collector.

"Puluhan debt collector ACC Finance Rantauprapat mengeroyok insan pers. Peristiwa terjadi ketika wartawan mencoba mencegah aksi penyitaan kendaraan yang diduga dilakukan tanpa prosedur yang sah," tulis narasi dalam unggahan video yang kini tersebar luas di berbagai platform media sosial.

Menanggapi peristiwa ini, Kepolisian Resor (Polres) Labuhanbatu langsung bergerak.

Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu, AKP Teuku Rivanda Ikhsan, menyatakan bahwa dua orang debt collector telah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan intensif.

"Dua orang diduga pelaku sudah kita amankan. Saat ini masih dalam pemeriksaan untuk kita dalami siapa saja yang terlibat dalam peristiwa tersebut," kata Teuku Rivanda dalam keterangannya.

Lebih lanjut, pihak kepolisian juga sedang memburu pelaku lain yang diduga kuat ikut terlibat dalam pengeroyokan tersebut.

"Kami sedang melakukan pengejaran terhadap beberapa orang lain yang terekam dalam video dan diduga turut serta dalam penganiayaan itu," ujarnya.

Peristiwa ini memicu kemarahan dari kalangan jurnalis dan masyarakat luas.

Sejumlah organisasi pers lokal dan nasional mendesak kepolisian untuk menindak tegas para pelaku tanpa pandang bulu.

"Ini bukan hanya soal kekerasan terhadap individu, tapi sudah menyangkut kebebasan pers. Tidak boleh ada kekerasan terhadap jurnalis yang sedang menjalankan tugas," ujar salah satu aktivis media di Sumatera Utara.

Sementara itu, kondisi korban dikabarkan telah mendapatkan perawatan medis dan berada dalam pengawasan.*

(d/a008)

Editor
:
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Prof. Ichwan Azhari: Bapak Pers Indonesia Seharusnya Dja Endar Moeda, Bukan Tirto Adhi Soerjo
Mensos Janji Percepat Sekolah Rakyat dan Tambah Kuota PBI untuk Labuhanbatu
Polisi Ekshumasi Makam Nico Saragih, Wartawan yang Tewas Misterius di Medan
Banten Jadi Tuan Rumah HPN 2026, Ketum PWI: Momentum Dorong Ekonomi dan Pembangunan Daerah
Tak Terima Dipanggil Polisi, Eks DPRD Pesawaran Aniaya Wartawan di Rumahnya
Jadwal Bola Malam Ini: Persib di AFC Champions League, Big Match Manchester City vs Napoli & Newcastle vs Barcelona
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru