Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
"Di seluruh dunia, yang menggaji aparat itu rakyat. Di rumah namanya pembantu rumah tangga, di kantor namanya karyawan. Tapi di Indonesia, rakyat malah dibentak-bentak," ucapnya.
Saurip meyakini bahwa
Presiden Prabowo Subianto mampu membawa perubahan besar dalam
reformasi sistem bernegara, karena dinilai memiliki kepedulian terhadap rakyat kecil dan keberanian untuk membuat koreksi sejarah."Sebesar apa pun tekanan, Bapak Presiden jangan mundur. Indonesia hari ini butuh pemimpin yang berani mendobrak dan melakukan koreksi sejarah," katanya.
Menutup pernyataannya, Saurip menyampaikan pesan khusus kepada generasi tua dan kalangan elite, termasuk dirinya sendiri, untuk berani mengakui kesalahan masa lalu dan tidak merasa benar sendiri."Negara ini milik bersama, bukan milik elite. Sejarah harus diperbaiki, nilai luhur harus dilanjutkan, sementara kesalahan operasional harus dihentikan," pungkasnya.
Dengan penekanan pada
etika, moral,
keberpihakan kepada rakyat, dan
reformasi struktural, Saurip berharap arah kebijakan nasional dapat kembali menjadikan rakyat sebagai pemilik sejati negara. Ia mengingatkan bahwa jika tidak ada perubahan nyata, rakyat hanya akan terus menjadi objek percobaan gagasan elite, sementara mereka yang gagal tetap aman dari risiko.*
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.