BREAKING NEWS
Sabtu, 28 Maret 2026

Dari Cleaning Service hingga Kursi Gubernur: Ironi Kisah Abdul Wahid Usai OTT KPK

Adelia Syafitri - Selasa, 04 November 2025 16:35 WIB
Dari Cleaning Service hingga Kursi Gubernur: Ironi Kisah Abdul Wahid Usai OTT KPK
Gubernur Riau Abdul Wahid (Foto: Inews.com)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kepala daerah.

Kali ini, Gubernur Riau Abdul Wahid diamankan dalam operasi senyap yang digelar pada Senin, 3 November 2025.

Penangkapan ini menambah daftar panjang OTT KPK sepanjang tahun 2025.

Baca Juga:

Dalam catatan, lembaga antirasuah tersebut telah enam kali melakukan OTT di berbagai daerah dan kementerian.

Sebelumnya, KPK juga mengamankan sejumlah pejabat dalam kasus dugaan suap proyek infrastruktur, pengelolaan kawasan hutan, hingga pemerasan terkait sertifikasi K3.

Kasus terbaru ini menjerat Abdul Wahid, Gubernur Riau yang baru dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025

Abdul Wahid dikenal sebagai sosok sederhana yang meniti karier dari bawah. Pria kelahiran Indragiri Hilir, 21 November 1980, ini berasal dari keluarga sederhana dan merupakan anak ketiga dari enam bersaudara.

Sejak kecil, Wahid sudah terbiasa bekerja keras membantu ibunya di sawah dan kebun. Ketika kuliah di UIN Suska Riau, ia bekerja sebagai cleaning service dan kuli bangunan demi membiayai pendidikannya di Fakultas Tarbiyah.

"Yang penting bisa lanjut sekolah dan tidak merepotkan ibu," ujarnya dalam wawancara beberapa tahun lalu.

Ketekunan dan kerja keras itu membentuk karakter rendah hati yang dikenal luas oleh masyarakat Riau.

Dari dunia aktivis kampus, ia mulai terlibat dalam organisasi sosial dan politik hingga akhirnya bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Abdul Wahid pertama kali terpilih sebagai anggota DPR RI pada Pemilu 2019. Di parlemen, ia dikenal vokal memperjuangkan pembangunan infrastruktur dan pendidikan untuk masyarakat Riau.

Pada Pemilu 2024, Wahid kembali terpilih dengan suara tertinggi di daerah pemilihannya. Popularitas dan citranya sebagai "anak daerah yang berhasil" mendorongnya maju dalam Pemilihan Gubernur Riau 2025, yang akhirnya membawanya dilantik sebagai Gubernur Riau periode 2025–2030.

Pelantikan tersebut dilakukan di Istana Negara dan dianggap sebagai babak baru kepemimpinan Riau yang diharapkan membawa semangat perubahan.

Namun tak lama berselang, takdir berkata lain. Abdul Wahid kini harus menghadapi tudingan korupsi setelah KPK melakukan OTT terhadap dirinya dan sejumlah pihak di Riau.

Penangkapan tersebut menjadi pukulan berat bagi masyarakat Riau yang selama ini mengagumi perjuangan hidupnya. Sosok yang dulu menjadi simbol kerja keras kini menghadapi ujian besar di akhir perjuangannya.

Kisah hidup Abdul Wahid menjadi pelajaran penting bahwa jabatan adalah amanah, bukan sekadar pencapaian.

Dari cleaning service hingga kursi gubernur, perjalanan hidupnya kini menjadi pengingat bahwa kekuasaan tanpa integritas hanya akan berakhir dalam kekecewaan.*

(mt/M/006)

Editor
:
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pemprov Riau Angkat Suara Usai OTT KPK Gubernur Abdul Wahid: Pelayanan Publik Wajib Tetap Berjalan
Gubernur Riau Terjaring OTT KPK, UAS: Hanya Dimintai Keterangan
Sejarah Kelam Riau: Tiga Gubernur Sebelumnya Tersangkut Kasus Korupsi, Kini Abdul Wahid Kena OTT
Gubernur Riau Abdul Wahid Tiba di KPK Usai OTT, Langsung Jalani Pemeriksaan
Siang Ini, Abdul Wahid Dijadwalkan Tiba di KPK Usai Kena OTT
OTT Gubernur Riau Abdul Wahid: Besok Semua Pihak Dibawa ke KPK
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru
Menjaga Api Ibadah Usai Ramadhan

Menjaga Api Ibadah Usai Ramadhan

BANDA ACEH Ramadhan telah berlalu, namun semangat ibadah yang tumbuh selama sebulan penuh diharapkan tidak ikut surut. Hal ini disampaik

AGAMA