Gangguan Penerbangan Internasional, Bandara Bali Pastikan Layanan Tetap Lancar
BADUNG, BALI Eskalasi konflik di Timur Tengah yang menutup wilayah udara beberapa negara, termasuk Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan
NASIONAL
DELI SERDANG - Dugaan praktik mafia tanah kembali mencuat di Sumatera Utara. Sebanyak 5.000 meter atau setara 0,5 hektar lahan pertapakan properti di Jalan Haji Anif, Desa Sampali, Percut Sei Tuan, diduga dikuasai oleh pengembang Jewell Infinity, sementara masyarakat yang telah lama menempati dan mengusahai tanah tersebut justru digusur secara paksa.
Hal itu terungkap dalam sidang lapangan Pengadilan Negeri (PN) Lubuk Pakam, Jumat (7/11/2025), yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Muzakir SH.
Sidang ini digelar untuk memverifikasi klaim 23 warga yang mengaku pemilik sah tanah.Baca Juga:
Kuasa hukum warga, Edwin Syahrizal Pohan SH, menyatakan, sebelum digusur, warga mendirikan ruko, rumah hunian, dan gudang di atas lahan tersebut.
Namun pada Juni 2024, Satpol PP Deliserdang, dibantu pihak yang diduga preman, menertibkan bangunan tanpa izin.
Padahal banyak bangunan tanpa izin lain di sekitar lokasi tidak digusur.
"Setelah penggusuran, muncul proyek properti mewah yang diduga milik Jewell Infinity. Ini jelas merugikan masyarakat yang sudah lama menguasai tanah," ujar Ketua Kampung Kompak Fredy Panjaitan.
Warga pun menggugat ke PN Lubuk Pakam melalui gugatan 116/Pdt.G/2025/PN Lbp, menuntut pengembalian lahan atau ganti rugi.
Mereka menuding tindakan penggusuran diduga terkait kepentingan pengembang dan menjadi bagian dari permainan mafia tanah yang merugikan rakyat kecil.
Kontroversi semakin rumit karena muncul klaim kepemilikan dari Andi Bahtiar dan Suprapto, yang membeli 65 hektar tanah dari 35 ahli waris berdasarkan dokumen Landreform 1969.
Namun, menurut Edwin, dokumen dasar kepemilikan itu, yaitu SK Gubernur Sumut Nomor 8/MM/L.R/1969, tidak ditemukan di arsip pemerintah, yang memunculkan pertanyaan hukum terkait keabsahannya.
"Kalau benar lahan dikuasai oleh Jewell Infinity, masyarakat berhak atas ganti rugi. Jangan sampai rakyat kecil dirugikan demi proyek properti," tegas Edwin Pohan.
BADUNG, BALI Eskalasi konflik di Timur Tengah yang menutup wilayah udara beberapa negara, termasuk Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan
NASIONAL
JAKARTA Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Haji (Kemenhaj) menyiagakan tim darurat untuk menindaklanjuti kondisi puluhan ribu jema
INTERNASIONAL
NEW YORK Wali Kota New York, Zohran Mamdani, mengecam keras keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerang Iran. Mamdani meni
INTERNASIONAL
JAKARTA Pengamat sosial, ekonomi, dan keagamaan, Anwar Abbas, menyoroti serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran, termas
POLITIK
TEHERAN Wakil Presiden Pertama Iran, MohammadReza Aref, mengecam keras serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Sekolah Dasa
INTERNASIONAL
MEDAN PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) Regional 2 Medan menggelar BSI Fest Ramadhan 2026 dengan berbagai promo menarik bagi
EKONOMI
DENPASAR Menjelang dua momentum besar keagamaan, Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948 dan Idul Fitri 1447 H, Polda Bali menggelar Apel Gelar
PEMERINTAHAN
DENPASAR Kapolda Bali, Irjen Pol. Daniel Adityajaya, bersama Gubernur Bali Dr. Ir. Wayan Koster, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budy
PARIWISATA
DENPASAR Satgas Saber Pangan Polda Bali melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar dan pusat distribusi guna memastikan stabi
EKONOMI
JAKARTA Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam) untuk hari ini, Minggu (1/3/2026), tercatat stabil di angka Rp3,085 j
EKONOMI