BREAKING NEWS
Sabtu, 22 Agustus 2026

Misteri Kematian Dosen Untag di Hotel Semarang: Jejak Perwira Polisi Jadi Sorotan

Raman Krisna - Rabu, 19 November 2025 14:50 WIB
Misteri Kematian Dosen Untag di Hotel Semarang: Jejak Perwira Polisi Jadi Sorotan
Kepolisian melakukan evakuasi mayat perempuan berinisial DDL di sebuah kamar hotel Jalan Telaga Bodas Raya Nomor 11 Karangrejo, Gajahmungkur, Kota Semarang, Senin (17/11/2025). (Foto: tribunjateng)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SEMARANG - Kasus kematian Dwinanda Linchia Levi (35), dosen muda Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang, memicu tekanan publik yang makin kuat terhadap aparat penegak hukum.

Pasalnya, kematian Dwinanda di sebuah hotel di kawasan Gajahmungkur, Senin pagi, 17 November 2025, menyimpan banyak kejanggalan, terutama karena keterlibatan seorang perwira polisi berpangkat AKBP sebagai saksi pertama dan orang yang melaporkan kejadian.

Dwinanda ditemukan tak bernyawa dalam kondisi telanjang, terdapat bercak darah di beberapa bagian tubuh, dan posisi tubuh yang dinilai janggal oleh keluarga.

Baca Juga:

Informasi meninggalnya korban pun terlambat diterima keluarga hampir setengah hari setelah ia ditemukan.

Keluarga korban, melalui kerabatnya Tiwi, mengatakan bahwa sejumlah fakta justru semakin menebalkan kecurigaan.

Salah satunya, fakta bahwa korban tercatat dalam satu Kartu Keluarga (KK) dengan AKBP B, perwira polisi yang pertama kali melihat kondisi korban di kamar hotel.

"Korban satu KK dengan saksi pertama. Kami baru tahu setelah menanyakan data administratifnya," ujar Tiwi. Ia juga heran karena sosok AKBP B tidak pernah diceritakan korban, serta ketidakhadiran perwira tersebut saat autopsi jenazah dilakukan.

Selain itu, menurut keluarga, kondisi jenazah dalam foto yang diterima terlihat sangat berbeda dengan sehari-hari.

Mereka menyebut adanya darah dari hidung, mulut, dan bagian intim korban.

"Ini yang membuat kami merasa ada yang tak wajar," kata Tiwi.

Ketua Komunitas Muda Mudi Alumni Untag Semarang, Jansen Henry Kurniawan, menyebut korban sempat bercerita mengenai kedekatannya dengan seorang polisi berpangkat AKBP tersebut.

Jansen berharap kepolisian tidak menutup-nutupi fakta yang terkait dengan kasus ini.

"Kami minta kasus ini dibuka terang benderang. Jangan sampai ada perlindungan terhadap oknum atau institusi tertentu," ujarnya.

Kasatreskrim Polrestabes Semarang AKBP Andika Dharma Sena menyatakan pihaknya akan memeriksa AKBP B sebagai saksi utama dan mengumpulkan bukti pendukung, termasuk rekaman CCTV hotel.

Autopsi telah dilakukan untuk memastikan penyebab kematian.

Hingga kini, polisi menyebut tidak menemukan tanda kekerasan pada pemeriksaan awal, namun keluarga menilai informasi tersebut perlu diverifikasi dengan hasil autopsi lengkap dan penyelidikan komprehensif.

Sejumlah pihak menilai hubungan administratif antara korban dan saksi, serta adanya dugaan hubungan personal sebelumnya, menempatkan kasus ini dalam posisi rawan konflik kepentingan.

Pakar hukum pidana dari beberapa universitas di Semarang menyebut, dalam situasi seperti ini, kepolisian seharusnya mempertimbangkan penanganan oleh unit yang sepenuhnya independen, atau pengawasan ketat dari pihak eksternal.

Dwinanda dikenal sebagai akademisi muda yang aktif di bidang hukum dan penelitian.

Ia merantau ke Semarang setelah orang tuanya meninggal dan menjadi dosen tetap di Untag sekitar 2021–2022.

Korban merupakan lulusan Undip dan Unsoed dan dikenal dekat dengan mahasiswa lewat aktivitas akademiknya.

Kepergiannya yang mendadak dan misterius membuat dunia pendidikan di Semarang berduka dan menuntut kejelasan.

Keluarga masih menunggu keputusan keluarga besar terkait langkah hukum berikutnya.

Sementara itu, publik, kampus, dan berbagai komunitas akademik menuntut agar penyelidikan dilakukan secara profesional dan transparan.

Kasus ini menjadi sorotan luas di media sosial, terutama karena dugaan keterlibatan oknum aparat serta adanya sejumlah kejanggalan dalam proses awal penanganan.*


(t/um)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru