Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Wijayanto, mengatakan penyidik masih mendalami motif di balik dugaan pembunuhan tersebut. "Masih didalami soal motif," ujar Bayu, Rabu siang.
Ia menyebut polisi juga menunggu hasil pemeriksaan medis untuk memastikan luka yang dialami korban.
"Nanti tunggu dokter ya untuk jumlah lukanya," kata Bayu.
Saat ini AI telah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan lanjutan di Polrestabes Medan.
"Masih kita periksa, yang menangani Polres," ujar Bayu.
Kepala lingkungan setempat, Toni, mengungkapkan informasi awal yang diterima dari ayah korban menyebutkan bahwa insiden itu diduga dipicu rasa kesal AI setelah melihat kakaknya dimarahi oleh korban. "(Informasi) dari bapaknya, semalam kakaknya itu dimarahi sama korban. Entah kesindir atau bagaimana," kata Toni.
Namun Toni mengaku belum mendapat keterangan lebih rinci karena sang ayah masih dalam kondisi terpukul.
"Bapaknya nggak bisa diajak ngobrol banyak, nangis terus," ujarnya.
Menurut Toni, saat kejadian terdapat empat orang di rumah tersebut: korban, suami, dan dua anak mereka.
Suami korban berada di lantai dua, sementara korban bersama dua anaknya berada di kamar lantai satu.
"Ada empat orang. Yang tiga, ibu, pelaku, dan kakaknya, di kamar bawah. Ayahnya di lantai dua," kata Toni.
Ia menambahkan, sejauh yang ia ketahui, hubungan antara korban dan AI selama ini terlihat dekat dan tidak menunjukkan adanya konflik mencolok.