BREAKING NEWS
Minggu, 28 Juni 2026

Gerakan Mangrove Warrior: Siswa SMP Surabaya Peduli Banjir dan Abrasi

Adelia Syafitri - Selasa, 09 Desember 2025 09:57 WIB
Gerakan Mangrove Warrior: Siswa SMP Surabaya Peduli Banjir dan Abrasi
Harley Fatahillah Yodhaloka Sunoto, siswa SMP Negeri 1 Surabaya berusia 13 tahun, memulai aksi nyata untuk melindungi pesisir Kota Pahlawan dengan menanam ribuan mangrove. (Foto: Dok. PEMKOT SURABAYA)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SURABAYA, – Harley Fatahillah Yodhaloka Sunoto, siswa SMP Negeri 1 Surabaya berusia 13 tahun, memulai aksi nyata untuk melindungi pesisir Kota Pahlawan dengan menanam ribuan mangrove.

Aksi ini bertujuan meredam gelombang besar, mengurangi abrasi, serta menekan risiko banjir dan tsunami di wilayah pesisir.

Harley menuturkan, kepeduliannya muncul setelah mengikuti berita tentang penebangan liar dan kerusakan pesisir di berbagai wilayah Indonesia.

Baca Juga:

"Saya ingin Surabaya tetap aman. Mangrove bisa melindungi kita. Selama saya bisa menanam, saya akan terus menanam," ujarnya saat ditemui di pesisir, Senin (8/12/2025).

Dengan gerakan yang diberi nama Mangrove Warrior, Harley berhasil membudidayakan 18.200 tanaman mangrove.

Ia bekerja sama dengan petani tambak di Wonorejo, teman-temannya, dan Wahana Visi Indonesia, organisasi nasional yang fokus pada konservasi mangrove dan perlindungan anak.

Penanaman telah dilakukan di tiga lokasi: Gunung Anyar, Wonorejo, dan Keputih.

Jenis mangrove yang dikembangkan antara lain Rhizophora mucronata, Rhizophora stylosa, Sonneratia caseolaris, Bruguiera gymnorhiza, Bruguiera cylindrica, dan Ceriop.

Harley menargetkan bisa menanam 25 ribu mangrove hingga akhir Desember 2025, dan 40 ribu pada 2026.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya, Dedik Irianto, menyatakan langkah Harley sebagai mitigasi bencana yang inspiratif.

"Masih ada warga yang peduli lingkungan dan aktif melakukan mitigasi. Jika gerakan ini dicontoh, bukan hanya semangatnya, tetapi juga inisiatifnya menjadi implementasi nyata untuk melindungi bumi," ujarnya.

Gerakan ini diharapkan dapat menginspirasi siswa lain untuk terlibat langsung dalam konservasi pesisir dan mitigasi bencana, sekaligus membangun kesadaran lingkungan sejak dini.*

Editor
:
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bencana Jadi Alarm, Lahan di Tiga Provinsi Sumatera Dikembalikan ke Fungsi Hutan
Hujan Deras Picu Banjir di Bangka Barat, Toko Warga Rusak dan Jalan Putus
ATR/BPN Siaga, Sawah Terdampak Banjir Rentan Klaim Mafia Tanah
Pemkab Deli Serdang Apresiasi Bantuan 3 Truk Logistik dari Palembang
Pekanbaru Bersama Sumut, Salurkan Bantuan Rp1 Miliar untuk Korban Banjir
Anak-Anak Kembali Tersenyum, Tim Trauma Healing Polri Hadir di Aceh Tamiang
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru