Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA — Dokter Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa membantah anggapan bahwa dirinya mundur atau takut menghadapi polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi.
Ia mengatakan keputusannya untuk tidak lagi membahas persoalan tersebut secara terbuka merupakan bentuk "hijrah".
Menurut Tifa, hijrah bukan berarti menyerah, mundur, ataupun takut menghadapi persoalan yang selama ini diperjuangkannya.
Baca Juga:
Pernyataan itu disampaikan setelah dirinya mendapat kritik dan disebut pengecut oleh sejumlah pihak karena memilih berhenti membahas polemik ijazah Jokowi di ruang publik.
"Hijrah itu bukan mundur! Ampun deh. Malah sampai disebut pengecut segala macam. Allahuakbar," kata dokter Tifa, dikutip dari akun X pribadinya, Sabtu (8/8/2026).
Tifa mengatakan dirinya telah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mengkaji persoalan ijazah Jokowi.
Ia mengklaim mulai memperjuangkan isu tersebut sejak 2022, sebelum polemik itu menjadi perhatian luas.
"Saya Hijrah dari urusan Ijazah Jokowi. Karena saya memperjuangkan kebenaran ini sejak tahun 2022, jauh sebelum orang-orang lain melakukannya," kata dia.
Ia mengaku telah melakukan penelitian dan pengkajian selama beberapa tahun.
Hasil penelitian tersebut, menurut Tifa, kemudian dituangkan dalam buku berjudul Jokowi's White Paper yang rampung pada Agustus 2025.
"Artinya total 4 tahun saya meneliti ijazah ini. Ditambah 450 hari saya dikriminalisasi. Artinya 1.460 hari + 450 hari = 1.910 hari saya menghabiskan waktu untuk mengurusi ijazah ini," katanya.
Tifa juga mengklaim telah mengeluarkan biaya pribadi dalam proses yang disebutnya sebagai perjuangan tersebut.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.