Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
"Hijrah dari kebisingan, bukan hijrah dari kebenaran," kata dokter Tifa, dikutip dari akun X pribadinya, Kamis (6/8/2026).
Tifa juga membantah anggapan bahwa keputusannya berhenti membahas polemik ijazah Jokowi berkaitan dengan keinginan menyelesaikan perkara melalui perdamaian.
Ia mengklaim pernah mendapat tawaran restorative justice yang disebutnya disertai paket senilai Rp50 miliar. Namun, menurut Tifa, tawaran tersebut tidak diambil.
"Jika saya mau berdamai dengan Joko Widodo, akan saya terima tawaran itu jauh-jauh hari," kata dokter Tifa, dikutip dari akun X pribadinya, Sabtu (8/8/2026).
"Saya buka transparan ini. Tawaran Restorative Justice kepada saya lengkap dengan paket Rp 50 M!" ujarnya.
"Apakah saya ambil? Tidak!" tegasnya.
"Lalu kalian masih bilang saya mundur, saya pengecut, saya pengkhianat. Bagaimana sih pikiran kalian?" katanya.
Tifa mengatakan keputusan berhijrah berkaitan dengan anggapannya bahwa tugasnya dalam fase sebelumnya telah selesai setelah eksepsinya diterima.
"Perjuangan saya selesai dengan eksepsi saya diterima dan saya bebas. Karena itu saya katakan: saya hijrah," tegasnya.
Namun, ia menyatakan tetap akan mengambil langkah hukum apabila status bebas tersebut kembali dipersoalkan.
"Sekarang, ketika status bebas saya terancam dibatalkan, ya tentu saya harus melawan, dong," tegasnya.
Tifa mengatakan dirinya hanya sempat menikmati status bebas tersebut selama tiga hari sebelum kembali menerima panggilan untuk menjalani persidangan.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.