BREAKING NEWS
Minggu, 20 September 2026

Eks PM Malaysia Najib Razak Jadi Tahanan Rumah, Menteri Perhubungan Protes dan Pilih Mundur dari Kabinet Anwar Ibrahim

Dharma - Minggu, 20 September 2026 10:16 WIB
Eks PM Malaysia Najib Razak Jadi Tahanan Rumah, Menteri Perhubungan Protes dan Pilih Mundur dari Kabinet Anwar Ibrahim
Menteri Transportasi Malaysia sekaligus Sekretaris Jenderal Partai Aksi Demokratik (DAP), Anthony Loke. (foto: The Star/Bernama)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

KUALA LUMPURMenteri Transportasi Malaysia sekaligus Sekretaris Jenderal Partai Aksi Demokratik (DAP), Anthony Loke, akan mengundurkan diri dari Kabinet Perdana Menteri Anwar Ibrahim.

Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk protes terhadap keputusan Dewan Pengampunan Wilayah Federal pada 18 September 2026 yang memberikan kesempatan kepada mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak untuk menjalani sisa hukumannya melalui tahanan rumah.

Loke menyampaikan keputusan tersebut setelah rapat pimpinan DAP yang berlangsung selama tiga jam pada Sabtu, 19 September 2026.

Baca Juga:

Ia mengatakan akan menyerahkan surat pengunduran dirinya kepada Anwar Ibrahim pada Senin, 21 September 2026.

Namun, pengunduran diri Loke tidak diikuti seluruh menteri dari DAP.

Para pemimpin DAP lainnya tetap berada di pemerintahan untuk menjaga stabilitas politik Malaysia.

Loke menegaskan bahwa DAP tetap mendukung Anwar Ibrahim yang memimpin koalisi Pakatan Harapan (PH).

Loke mengatakan keputusan mengenai tahanan rumah Najib sulit diterima oleh DAP maupun sebagian masyarakat Malaysia.

"Kami merasa (tahanan rumah) sulit diterima, bukan hanya oleh DAP tetapi juga banyak warga Malaysia," kata Loke, dikutip dari Straits Times, Sabtu (19/9/2026).

"Jadi, setelah membahas tanggapan kami selama tiga jam, keputusannya adalah saya akan mengajukan pengunduran diri saya sebagai Menteri Perhubungan kepada Perdana Menteri," sambungnya.

Loke juga mengatakan keputusan pengunduran dirinya merupakan sikap pribadi.

Sementara itu, menteri-menteri DAP lainnya tetap menjalankan tugas di pemerintahan.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Purbaya Capres Alternatif 2029?
Pelatihan Legislatif DPM FMIPA Unesa Bahas Pembagian Kekuasaan dan Demokrasi, Dorong Mahasiswa Pahami Batas Wewenang
Ambang Batas Capres Dihapus, Surya Paloh Ungkap Ada Wacana Baru: Capres Didukung Minimal 2 Fraksi
Ketua DPRD Binjai Gusuartini Surbakti Hadiri Bimtek Pemenangan Pemilu Golkar di Batam
Singgung Buzzer dan Antek Asing, Prabowo Ingatkan Santri: Jangan Percaya Semua yang Ada di Media Sosial
Akhirnya Sepakat Indonesia Terima Bantuan Armada Udara Malaysia Padamkan Karhutla
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru
Purbaya Capres Alternatif 2029?

Purbaya Capres Alternatif 2029?

OlehFirdaus ArifinBELUM genap debu pergantian jabatan mengendap, nama Purbaya Yudhi Sadewa sudah dilempar ke gelanggang yang jauh lebih bes

OPINI