BREAKING NEWS
Minggu, 27 September 2026

Ceramah "Akhlak di Balik Gelar", Ustaz Khairuddin Ingatkan Tokoh Berilmu Tak Boleh Anti-Kritik

T.Jamaluddin - Minggu, 27 September 2026 08:22 WIB
Ceramah "Akhlak di Balik Gelar", Ustaz Khairuddin Ingatkan Tokoh Berilmu Tak Boleh Anti-Kritik
Ustaz Dr. Khairuddin, MA. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BANDA ACEH- Ustaz Dr. Khairuddin, MA mengajak masyarakat melihat kembali makna gelar akademik, jabatan dan penghormatan melalui akhlak. Menurutnya, tingginya gelar dan kedudukan seharusnya membuat seseorang semakin rendah hati, terbuka terhadap nasihat serta mampu menerima kritik.

Hal itu disampaikan Khairuddin dalam Pengajian Rutin Ahad Subuh di Masjid Taqwa Muhammadiyah Aceh, Minggu (27/9/2026). Dalam pengajian bertema "Akhlak di Balik Gelar", dia mengingatkan bahwa persoalan utama bukan terletak pada gelar, melainkan sikap hati orang yang menyandangnya.

Menurut Khairuddin, gelar akademik seperti sarjana, magister, doktor dan profesor diperoleh melalui proses pendidikan. Sementara gelar sosial maupun keagamaan seperti ustaz, teungku, guru dan tokoh masyarakat dapat muncul dari ilmu, pengalaman serta pengabdian.

Baca Juga:

"Sesungguhnya masalahnya bukan pada gelar, tetapi pada hati yang berada di balik gelar tersebut," kata Khairuddin dalam materi pengajiannya.

Dia menjelaskan gelar dapat menjadi persoalan ketika berubah dari identitas menjadi sesuatu yang harus terus dipertahankan, dari penghargaan menjadi sumber kesombongan, atau dari amanah menjadi alasan untuk menuntut penghormatan.

Khairuddin menilai semakin tinggi ilmu seseorang, seharusnya semakin besar pula kesadaran bahwa masih terdapat kekurangan dalam dirinya. Orang berilmu juga semestinya lebih terbuka terhadap kebenaran dan tidak sulit menerima koreksi.

Menurutnya, seseorang tidak boleh menolak kritik hanya karena kritik tersebut datang dari orang yang memiliki gelar lebih rendah.

"Kebenaran tidak menjadi salah hanya karena disampaikan oleh orang yang tidak memiliki gelar. Dan kesalahan tidak berubah menjadi kebenaran hanya karena disampaikan oleh orang yang memiliki banyak gelar," ujarnya.

Khairuddin juga mengingatkan jamaah agar tidak mudah menganggap diri sendiri lebih baik hanya karena memiliki ilmu, kedudukan atau penghormatan dari masyarakat.

Dia mengutip QS An-Najm ayat 32 tentang larangan menganggap diri suci. Menurutnya, ayat tersebut mengajarkan agar seseorang tidak menjadikan ilmu dan kedudukan sebagai alasan untuk merasa selalu benar.

"Manusia bisa memiliki gelar yang tinggi, tetapi akhlaknya belum tentu tinggi," katanya.

Sebaliknya, seseorang yang tidak memiliki banyak gelar tetap dapat memiliki kejujuran, ketulusan, kesabaran dan kerendahan hati yang tinggi.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
"Bergaul dengan Orang Baik Seperti Dekat Penjual Minyak Wangi", Pesan Khutbah Jumat Aceh Besar soal Akhlak Mulia
Terkikisnya Akhlak dan Adab Jadi Keprihatinan, Umat Islam Diminta Bijak Bermedia Sosial
Wawalkot Tanjungbalai Lantik 26 Pejabat, Minta Birokrasi Bergerak Cepat Layani Masyarakat: Jangan Tunggu Perintah Baru Bertindak!
Bukan Sekadar Slogan, Wali Kota Tanjungbalai Wajibkan ASN Terapkan BerAKHLAK
Kadis Pendidikan Aceh Buka Raker SMAN 7 Banda Aceh, Tekankan Pentingnya Akhlak Mulia dan Persiapan TKA
Pendidikan Anak dalam Keluarga Harus Dimulai dari Penanaman Akidah dan Akhlak
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru