Dihantam Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Rumah di Aceh Timur, TNI-Polri dan Warga Turun Tangan
ACEH TIMUR Angin kencang menyebabkan pohon tumbang dan menimpa rumah Ainun Mardiah (43), warga Dusun Tengku Ubit, Gampong Buket Pala, Keca
PERISTIWA
BANDA ACEH- Ustaz Dr. Khairuddin, MA mengajak masyarakat melihat kembali makna gelar akademik, jabatan dan penghormatan melalui akhlak. Menurutnya, tingginya gelar dan kedudukan seharusnya membuat seseorang semakin rendah hati, terbuka terhadap nasihat serta mampu menerima kritik.
Hal itu disampaikan Khairuddin dalam Pengajian Rutin Ahad Subuh di Masjid Taqwa Muhammadiyah Aceh, Minggu (27/9/2026). Dalam pengajian bertema "Akhlak di Balik Gelar", dia mengingatkan bahwa persoalan utama bukan terletak pada gelar, melainkan sikap hati orang yang menyandangnya.
Menurut Khairuddin, gelar akademik seperti sarjana, magister, doktor dan profesor diperoleh melalui proses pendidikan. Sementara gelar sosial maupun keagamaan seperti ustaz, teungku, guru dan tokoh masyarakat dapat muncul dari ilmu, pengalaman serta pengabdian.Baca Juga:
"Sesungguhnya masalahnya bukan pada gelar, tetapi pada hati yang berada di balik gelar tersebut," kata Khairuddin dalam materi pengajiannya.
Dia menjelaskan gelar dapat menjadi persoalan ketika berubah dari identitas menjadi sesuatu yang harus terus dipertahankan, dari penghargaan menjadi sumber kesombongan, atau dari amanah menjadi alasan untuk menuntut penghormatan.
Khairuddin menilai semakin tinggi ilmu seseorang, seharusnya semakin besar pula kesadaran bahwa masih terdapat kekurangan dalam dirinya. Orang berilmu juga semestinya lebih terbuka terhadap kebenaran dan tidak sulit menerima koreksi.
Menurutnya, seseorang tidak boleh menolak kritik hanya karena kritik tersebut datang dari orang yang memiliki gelar lebih rendah.
"Kebenaran tidak menjadi salah hanya karena disampaikan oleh orang yang tidak memiliki gelar. Dan kesalahan tidak berubah menjadi kebenaran hanya karena disampaikan oleh orang yang memiliki banyak gelar," ujarnya.
Khairuddin juga mengingatkan jamaah agar tidak mudah menganggap diri sendiri lebih baik hanya karena memiliki ilmu, kedudukan atau penghormatan dari masyarakat.
Dia mengutip QS An-Najm ayat 32 tentang larangan menganggap diri suci. Menurutnya, ayat tersebut mengajarkan agar seseorang tidak menjadikan ilmu dan kedudukan sebagai alasan untuk merasa selalu benar.
"Manusia bisa memiliki gelar yang tinggi, tetapi akhlaknya belum tentu tinggi," katanya.
Sebaliknya, seseorang yang tidak memiliki banyak gelar tetap dapat memiliki kejujuran, ketulusan, kesabaran dan kerendahan hati yang tinggi.
ACEH TIMUR Angin kencang menyebabkan pohon tumbang dan menimpa rumah Ainun Mardiah (43), warga Dusun Tengku Ubit, Gampong Buket Pala, Keca
PERISTIWA
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution membahas percepatan pembangunan rumah subsidi bagi masyarakat berpengha
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menegaskan Indonesia akan terus mendukung rakyat Palestina hingga hak menentukan nasib sendiri
INTERNASIONAL
MEDAN PSMS Medan akan menghadapi Adhyaksa FC Bekasi pada pekan ketiga Pegadaian Championship 2026/2027 malam ini, Minggu (27/9/2026). Laga
OLAHRAGA
JAKARTA Peristiwa Gerakan 30 September 1965 atau G30S hingga kini masih menjadi salah satu episode penting dalam sejarah Indonesia. Salah
NASIONAL
DELI SERDANG, BITV Warga Dusun II, Gang Buntu, Desa Cinta Damai, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, meng
PERISTIWA
JAKARTA Pemerintah telah memblokir 659.419 rekening yang diduga berkaitan dengan aktivitas keuangan ilegal hingga 31 Agustus 2026. Pemblok
EKONOMI
MEDAN Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM) Andre Rosiade menyebut Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution sebagai sosok
PEMERINTAHAN
JAKARTA Pakar hukum Denny Indrayana mengatakan gugatan yang diajukannya terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Mahkamah Konstit
POLITIK
YOGYAKARTA Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menegaskan Joko Widodo merupakan alumnus Fakultas Kehutanan UGM dan menyatakan memiliki a
POLITIK