BREAKING NEWS
Minggu, 27 September 2026

Dua Versi Berbeda, Kesaksian Kolonel Latief dan Keterangan Soeharto soal Pertemuan Sebelum G30S

Adelia Syafitri - Minggu, 27 September 2026 11:03 WIB
Dua Versi Berbeda, Kesaksian Kolonel Latief dan Keterangan Soeharto soal Pertemuan Sebelum G30S
Soeharto (kiri) dan Soekarno (kanan). (Foto: Dok. KOMPAS/Istimewa)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Peristiwa Gerakan 30 September 1965 atau G30S hingga kini masih menjadi salah satu episode penting dalam sejarah Indonesia. Salah satu hal yang terus menjadi bahan perdebatan adalah kesaksian Kolonel Abdul Latief yang menyebut Soeharto telah mengetahui rencana penculikan sejumlah jenderal sebelum peristiwa tersebut terjadi.

Dalam kesaksiannya di persidangan, Latief mengatakan dirinya sempat melaporkan rencana penculikan itu kepada Soeharto yang saat itu menjabat sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad).

Menurut Latief, laporan tersebut disampaikan ketika Soeharto berada di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, untuk menjaga putranya yang sedang menjalani perawatan akibat luka bakar.

Baca Juga:

"Sehari sebelum kejadian itu saya melapor langsung kepada Bapak Mayjen Soeharto, sewaktu beliau berada di RSPAD sedang menunggui putranya yang ketumpahan sup panas," kata Latief dalam kesaksiannya.

Latief mengatakan sebelumnya dia juga pernah membicarakan isu mengenai Dewan Jenderal dengan Soeharto di kediamannya di Jalan Haji Agus Salim.

Saat itu, Latief menyebut Dewan Jenderal disebut akan melakukan kudeta terhadap Presiden Soekarno. Menurut kesaksiannya, Soeharto mengatakan informasi tersebut akan diselidiki.

Dalam buku Dalih Pembunuhan Massal: Gerakan 30 September dan Kudeta Suharto karya John Roosa, kesaksian Latief tersebut disebut menjadi salah satu bagian penting dalam pembahasan mengenai peran Soeharto menjelang G30S.

Latief juga mengatakan dirinya kembali menyampaikan informasi mengenai rencana tersebut setelah laporan kepada Pangdam Jaya Mayjen Umar Wirahadikusumah dan Pangdam Brawijaya Mayjen Basoeki Rachmat tidak mendapat respons yang menurutnya memadai.

Menurut Latief, Soeharto tidak mengambil langkah untuk memperketat pengamanan meski telah menerima informasi mengenai kemungkinan penculikan para jenderal.

Namun, kesaksian Latief tidak sepenuhnya sama dengan keterangan Soeharto mengenai pertemuan mereka sebelum G30S.

Keterangan Soeharto Berbeda

Soeharto mengakui pernah bertemu atau ditemui Latief menjelang peristiwa G30S. Namun, keterangan yang disampaikannya pada waktu berbeda tidak sama.

Dalam wawancara dengan majalah Jerman Der Spiegel pada 19 Juni 1970, Soeharto mengatakan Latief datang menemuinya di RSPAD pada malam 30 September 1965. Saat itu, Soeharto sedang menjaga Tommy, putranya yang dirawat karena luka bakar.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru