Dihantam Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Rumah di Aceh Timur, TNI-Polri dan Warga Turun Tangan
ACEH TIMUR Angin kencang menyebabkan pohon tumbang dan menimpa rumah Ainun Mardiah (43), warga Dusun Tengku Ubit, Gampong Buket Pala, Keca
PERISTIWA
YOGYAKARTA - Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menegaskan Joko Widodo merupakan alumnus Fakultas Kehutanan UGM dan menyatakan memiliki arsip akademik yang mencatat proses pendidikannya hingga lulus. Kampus juga menyatakan dokumen tersebut siap digunakan untuk proses verifikasi melalui jalur hukum.
Rektor UGM Prof Ova Emilia mengatakan keyakinan kampus terhadap status akademik dan keaslian ijazah Jokowi didasarkan pada data serta arsip yang tersimpan di universitas.
"Atas data dan informasi yang kami miliki dan terdokumentasi dengan baik, kami meyakini keaslian ijazah sarjana Ir. Joko Widodo dan yang bersangkutan benar-benar lulusan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada," kata Ova dalam konferensi pers, dikutip Minggu (27/9/2026).Baca Juga:
UGM sebelumnya juga telah menyatakan Jokowi merupakan mahasiswa Fakultas Kehutanan angkatan 1980. Kampus menyebut proses pendidikan Jokowi tercatat dalam berbagai dokumen, mulai dari penerimaan mahasiswa hingga penyelesaian studi.
Wakil Rektor UGM Bidang Pendidikan dan Pengajaran Prof Wening Udasmoro mengatakan Jokowi menjalani proses akademik seperti mahasiswa lainnya. Proses tersebut antara lain mencakup kegiatan akademik, kuliah kerja nyata (KKN), hingga penyusunan skripsi.
UGM mencatat Jokowi dinyatakan lulus pada 5 November 1985. Beberapa waktu kemudian, dia mengikuti wisuda pada 19 November 1985.
Menurut UGM, rangkaian catatan akademik tersebut menjadi dasar dalam menjelaskan status Jokowi sebagai alumnus, bukan hanya berdasarkan dokumen ijazah secara terpisah.
Soal Bentuk Ijazah
Polemik mengenai ijazah Jokowi salah satunya berkaitan dengan bentuk fisik dokumen yang dinilai berbeda dibandingkan ijazah alumni lain.
UGM menjelaskan perbedaan tersebut harus dilihat sesuai kondisi administrasi pendidikan pada era 1980-an. Saat itu sistem administrasi akademik belum terkomputerisasi dan format dokumen belum diseragamkan seperti sekarang.
Ova mengatakan ijazah pada masa tersebut masih dapat dibuat dengan penulisan tangan. Karena itu, tampilan dokumen antara satu mahasiswa dengan mahasiswa lainnya tidak selalu sama.
"Pada waktu itu juga belum sampai ada penyeragaman seperti saat ini di mana Dikti memiliki format khusus sehingga ada perbedaan antara satu dan lainnya. Tetapi kami punya dokumen arsip untuk hal itu," ujarnya.
Dengan penjelasan tersebut, UGM menyatakan perbedaan tampilan fisik ijazah tidak dapat dipisahkan dari konteks administrasi pendidikan pada masa penerbitannya.
ACEH TIMUR Angin kencang menyebabkan pohon tumbang dan menimpa rumah Ainun Mardiah (43), warga Dusun Tengku Ubit, Gampong Buket Pala, Keca
PERISTIWA
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution membahas percepatan pembangunan rumah subsidi bagi masyarakat berpengha
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menegaskan Indonesia akan terus mendukung rakyat Palestina hingga hak menentukan nasib sendiri
INTERNASIONAL
MEDAN PSMS Medan akan menghadapi Adhyaksa FC Bekasi pada pekan ketiga Pegadaian Championship 2026/2027 malam ini, Minggu (27/9/2026). Laga
OLAHRAGA
JAKARTA Peristiwa Gerakan 30 September 1965 atau G30S hingga kini masih menjadi salah satu episode penting dalam sejarah Indonesia. Salah
NASIONAL
DELI SERDANG, BITV Warga Dusun II, Gang Buntu, Desa Cinta Damai, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, meng
PERISTIWA
JAKARTA Pemerintah telah memblokir 659.419 rekening yang diduga berkaitan dengan aktivitas keuangan ilegal hingga 31 Agustus 2026. Pemblok
EKONOMI
MEDAN Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM) Andre Rosiade menyebut Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution sebagai sosok
PEMERINTAHAN
JAKARTA Pakar hukum Denny Indrayana mengatakan gugatan yang diajukannya terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Mahkamah Konstit
POLITIK
YOGYAKARTA Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menegaskan Joko Widodo merupakan alumnus Fakultas Kehutanan UGM dan menyatakan memiliki a
POLITIK