Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
MEDAN — Pengadaan 15.000 potong jilbab senilai Rp525 juta di lingkungan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang menjadi sorotan.
Aliansi Mahasiswa Rakyat Bersatu (Amara) Sumatera Utara meminta pemerintah daerah memberikan penjelasan terbuka mengenai pengadaan tersebut.
Puluhan anggota Amara Sumut menyampaikan tuntutan itu melalui aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Deli Serdang, Rabu, 16 September 2026.
Baca Juga:
Dalam aksinya, massa mempertanyakan penggunaan anggaran Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Deli Serdang untuk pengadaan jilbab tersebut.
Mereka juga menyinggung Ketua TP PKK Deli Serdang HJ Jelita, yang merupakan istri Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan.
Massa menduga terdapat persoalan dalam proses pengadaan, termasuk dugaan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
Namun, tudingan tersebut masih berupa dugaan yang disampaikan massa dan belum menjadi kesimpulan hukum.
Setibanya di Kantor Bupati Deli Serdang, massa tidak dapat masuk ke halaman kantor karena gerbang dijaga Satpol PP dan personel kepolisian.
Mereka kemudian membentangkan spanduk di pagar kantor dan menyampaikan tuntutan melalui orasi.
Salah satu spanduk mendesak agar Ketua TP PKK Deli Serdang HJ Jelita diperiksa terkait dugaan persoalan dalam pengadaan jilbab tersebut.
Karena gerbang kantor dalam keadaan terkunci, massa sempat menggedor pagar besi sambil meminta Bupati Asri Ludin Tambunan menemui mereka dan memberikan penjelasan.
Setelah sekitar 30 menit berorasi, massa ditemui Kasatpol PP Marzuki dan Kepala Kesbangpol Anwar Sadat.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.