BREAKING NEWS
Minggu, 09 Agustus 2026

Kaesang vs Puan di Jateng V, Siapa Lebih Kuat: Pengaruh Jokowi atau Mesin PDIP?

Johan - Minggu, 09 Agustus 2026 14:53 WIB
Kaesang vs Puan di Jateng V, Siapa Lebih Kuat: Pengaruh Jokowi atau Mesin PDIP?
Puan Maharani dan Kaesang Pangarep. (Foto: SindoNews)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Pengamat politik Arifki Chaniago menilai keputusan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep untuk maju dan bersaing dengan Puan Maharani di Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah V pada Pemilu Legislatif 2029 memiliki makna politik lebih luas daripada sekadar memperebutkan kursi DPR RI.

Menurut Arifki, kontestasi tersebut dapat menjadi salah satu ujian penting bagi dinamika hubungan politik antara Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi dan PDI Perjuangan (PDIP), setelah keduanya menempuh jalan politik yang berbeda.

Dapil Jawa Tengah V yang meliputi Kota Surakarta, Kabupaten Sukoharjo, Boyolali, dan Klaten memiliki nilai simbolis dalam pertarungan politik tersebut.

Baca Juga:

Kawasan itu dikenal sebagai salah satu basis politik Jokowi sekaligus kantong suara utama PDIP yang juga menjadi basis Ketua DPR RI Puan Maharani.

"Pertarungan di Jateng V akan menarik karena publik tidak hanya melihat persaingan antarpartai, tetapi juga mencermati sejauh mana pengaruh politik Jokowi masih bekerja di wilayah yang selama ini menjadi basis utama PDIP. Ini menjadi salah satu indikator penting untuk membaca dinamika politik menuju Pemilu 2029," ungkap Arifki, 9 Agustus 2026.

Arifki mengatakan hasil kontestasi di Jateng V nantinya dapat memberikan gambaran mengenai faktor yang lebih dominan dalam menentukan pilihan pemilih.

Menurut dia, pertarungan tersebut bukan hanya mempertemukan kekuatan PSI dan PDIP.

Kontestasi Kaesang dan Puan juga berpotensi menjadi gambaran mengenai seberapa besar pengaruh figur politik dibandingkan dengan kekuatan struktur serta mesin partai.

"Yang akan diuji bukan hanya elektabilitas PSI ataupun kekuatan PDIP. Kontestasi ini juga akan memperlihatkan bagaimana pemilih memaknai hubungan politik Jokowi dan PDIP setelah keduanya menempuh jalan politik yang berbeda," imbuhnya.

Menurut Arifki, semakin mendekati Pemilu 2029, perhatian publik terhadap Dapil Jawa Tengah V berpotensi semakin besar.

Kawasan tersebut dinilai dapat menjadi salah satu barometer untuk membaca perubahan peta politik di Jawa Tengah.

Ia menilai hasil pertarungan di dapil tersebut nantinya dapat memberikan gambaran mengenai perilaku pemilih, khususnya dalam menentukan pilihan antara figur yang memiliki popularitas dan kekuatan politik keluarga dengan mesin partai yang telah lama mengakar.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Banyak Kepala Daerah Mulai Dilirik untuk Pilpres 2029, Pengamat: Sinyal Positif Demokrasi
Ingin Lebih Banyak Putra-Putri Asahan Jadi Praja IPDN, Bupati Minta Kuota Ditambah
Ray Rangkuti Kembali Desak Prabowo Copot Kapolri Listyo Sigit, Ini 10 Alasannya
KPK Kejar Jejak Suap Ijon Proyek Rp980 Juta, 8 Saksi Diperiksa dan 3 Lokasi Digeledah
Survei IPO: Gerindra Puncaki Elektabilitas Parpol, PDIP dan Golkar Mengekor
Mantan Istri Polisi di Medan yang Tewas dengan Luka Tembak Disebut Pernah Diperiksa KPK
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru