Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA — Pengamat politik Arifki Chaniago menilai keputusan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep untuk maju dan bersaing dengan Puan Maharani di Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah V pada Pemilu Legislatif 2029 memiliki makna politik lebih luas daripada sekadar memperebutkan kursi DPR RI.
Menurut Arifki, kontestasi tersebut dapat menjadi salah satu ujian penting bagi dinamika hubungan politik antara Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi dan PDI Perjuangan (PDIP), setelah keduanya menempuh jalan politik yang berbeda.
Dapil Jawa Tengah V yang meliputi Kota Surakarta, Kabupaten Sukoharjo, Boyolali, dan Klaten memiliki nilai simbolis dalam pertarungan politik tersebut.
Baca Juga:
Kawasan itu dikenal sebagai salah satu basis politik Jokowi sekaligus kantong suara utama PDIP yang juga menjadi basis Ketua DPR RI Puan Maharani.
"Pertarungan di Jateng V akan menarik karena publik tidak hanya melihat persaingan antarpartai, tetapi juga mencermati sejauh mana pengaruh politik Jokowi masih bekerja di wilayah yang selama ini menjadi basis utama PDIP. Ini menjadi salah satu indikator penting untuk membaca dinamika politik menuju Pemilu 2029," ungkap Arifki, 9 Agustus 2026.
Arifki mengatakan hasil kontestasi di Jateng V nantinya dapat memberikan gambaran mengenai faktor yang lebih dominan dalam menentukan pilihan pemilih.
Menurut dia, pertarungan tersebut bukan hanya mempertemukan kekuatan PSI dan PDIP.
Kontestasi Kaesang dan Puan juga berpotensi menjadi gambaran mengenai seberapa besar pengaruh figur politik dibandingkan dengan kekuatan struktur serta mesin partai.
"Yang akan diuji bukan hanya elektabilitas PSI ataupun kekuatan PDIP. Kontestasi ini juga akan memperlihatkan bagaimana pemilih memaknai hubungan politik Jokowi dan PDIP setelah keduanya menempuh jalan politik yang berbeda," imbuhnya.
Menurut Arifki, semakin mendekati Pemilu 2029, perhatian publik terhadap Dapil Jawa Tengah V berpotensi semakin besar.
Kawasan tersebut dinilai dapat menjadi salah satu barometer untuk membaca perubahan peta politik di Jawa Tengah.
Ia menilai hasil pertarungan di dapil tersebut nantinya dapat memberikan gambaran mengenai perilaku pemilih, khususnya dalam menentukan pilihan antara figur yang memiliki popularitas dan kekuatan politik keluarga dengan mesin partai yang telah lama mengakar.
Arifki menyebut Jawa Tengah V berpotensi menjadi salah satu kawasan yang menarik untuk diamati dalam dinamika Pemilu 2029.
"Apa pun hasilnya nanti, Jateng V akan menjadi salah satu laboratorium politik yang penting. Dari sana publik dapat melihat apakah pengaruh figur atau kekuatan institusi partai yang lebih menentukan dalam membentuk perilaku pemilih pada Pemilu 2029," tukas Arifki.
Dengan demikian, persaingan Kaesang Pangarep dan Puan Maharani di Jateng V, jika benar-benar terjadi, tidak hanya akan menjadi persaingan untuk memperoleh kursi legislatif.
Kontestasi tersebut juga dapat menjadi bagian dari pertarungan pengaruh politik yang lebih luas menjelang Pemilu 2029.
Perhatian publik nantinya akan tertuju pada bagaimana PSI dan PDIP membangun kekuatan di wilayah tersebut, sekaligus melihat sejauh mana nama besar Jokowi dan Puan Maharani mampu memengaruhi pilihan masyarakat di Jawa Tengah V.* (vo/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.