Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Ia kemudian memilih menggunakan mekanisme hukum yang tersedia, termasuk mengajukan praperadilan.
"Harus saya lawan dong. Dengan apa? Ya dengan fasilitas hukum yang ada mulai dari praperadilan. Maka saya mengajukan praperadilan!" tegas Tifa.
Tifa juga menyebut adanya proses hukum lanjutan yang akan dijalaninya.
"Diizinkan Mahkamah Agung maka insyaAllah Rabu, 12 Agustus 2026 saya berjuang lagi di sidang," katanya.
Setelah menyatakan berhijrah dari polemik ijazah Jokowi, Tifa mengatakan ingin mengalihkan perhatian kepada sejumlah persoalan lain yang menurutnya membutuhkan pemikiran.
Ia menyebut isu kesehatan, teknologi, kondisi sosial, hingga geopolitik.
"Ancaman kesehatan yang makin meledak, teknologi vaksin yang harus diawasi, senjata biologis yang menjadi bagian dari Perang Dunia III," ujarnya.
"Gangguan mental massal yang bikin banyak bunuh diri dan pembunuhan sadis, masalah geopolitik, sosial, kesejahteraan, status gizi buruk, angka infeksi yang meledak," katanya.
Menurut Tifa, berhenti membahas polemik ijazah Jokowi di ruang publik bukan berarti dirinya berhenti beraktivitas.
Ia memilih mengarahkan perhatian pada persoalan lain yang dinilainya membutuhkan kontribusi.
Tifa menegaskan keputusan untuk tidak lagi memperdebatkan polemik ijazah Jokowi di ruang publik tidak berarti dirinya meninggalkan proses hukum.
Ia menyatakan akan tetap menghadapi persoalan hukum yang masih berjalan dan menggunakan mekanisme hukum yang tersedia.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.