Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Bagi Tifa, "berhijrah dari kebisingan" berbeda dengan berhenti menghadapi proses hukum.
Ia memilih tidak menjadikan media sosial sebagai ruang utama untuk memperdebatkan persoalan tersebut.
Salah satu langkah yang disebutnya ditempuh adalah pengajuan praperadilan.
Ia juga menyatakan akan kembali mengikuti persidangan pada Rabu, 12 Agustus 2026 apabila proses tersebut mendapatkan izin dari Mahkamah Agung.
Tifa juga menyampaikan pesan kepada orang-orang yang selama ini mengaku mendukung perjuangannya.
Ia meminta dukungan tidak berhenti pada komentar di media sosial.
"Kalian bantu saya apa selama ini? Beli buku saya kek. Borong buku biar saya tenang berjuang tanpa mikir dengan apa saya membiayai perjuangan ini," ujarnya.
Ia juga meminta pendukung yang mengklaim berada di belakang perjuangannya memberikan dukungan secara nyata.
"Jangan cuma jadi komentator bola di lapangan seakan jadi si paling berjuang," katanya.
"Bantu beli buku kagak. Datang temani saya bersidang kagak. Menghujat paling duluan," pungkasnya.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan sikap Tifa bahwa keputusannya meninggalkan perdebatan terbuka mengenai polemik ijazah Jokowi bukan karena mundur atau takut.
Ia mengatakan tetap memilih jalur hukum untuk menghadapi persoalan yang masih berlangsung.* (tm/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.